Tuesday, 25 June 2019

Saat Capres “Ulangan Umum”

Selasa, 8 Januari 2019 — 6:50 WIB
capres

DEBAT Capres adalah cara untuk menakar isi otak calon pemimpin bangsa. Tapi debat Capres 2019 ini sepertinya akan terasa hambar, karena bukan saja tema, materi soal juga akan diberitahukan KPU kepada Capres seminggu sebelumnya. Lalu ini sebetulnya debat Capres-Cawapres, atau “ulangan umum” untuk pelajar SMP-SMA?

Agaknya KPU ini gemar sekali dengan gaya musyawaroh-mufakot ala Srimulat. Misalnya untuk debat Capres-Cawapres 17 Januari mendatang, baik panelis, moderator, tema dan materi debat; semua dimusyawarahkan bersama Capres dan Timsesnya. Kesannya, KPU justru didikte oleh dua kubu Capres.

Siapa panelis dan moderator debat, Timses ikut menentukan. Jika mereka tak setuju pada si A atau si B, dengan alasan diragukan netralitasnya, KPU terpaksa mencoretnya. Bahkan, saking baiknya KPU, pada debat Capres 2019 ini tanpa ada pemaparan visi misi para Capres.

Paling lucu nan unik, KPU akan memberitahukan tema debat, sekaligus materi pertanyaannya nanti. Ini akan disampaikan seminggu sebelum debat berlangsung. Ini mengingatkan pengalaman saat sekolah di SMP-SMA dulu. Menjelang ulangan umum Sejarah, Pak Guru memberikan 30 soal sebelum hari H. “Catat ya, dari 30 soal ini, nanti 15 di antaranya akan keluar dalam soal.” Kata Pak Guru.

Enak bukan? Dan Capres-Cawapres kita nantinya akan seperti itu. Mengikuti debat tidak perlu memeras otak, karena sudah dapat bocoran resmi dari KPU. Mederator bertanya begini, tinggal dijawab begitu, bla bla bla…..karena semua jawaban sudah disiapkan oleh Timses.

Padahal sebetulnya debat Capres model AS ini sangat ditunggu rakyat. Tapi jika modelnya seperti itu, tidak seru dan tanpa surprise. Sebab jawaban Capres-Cawapres tersebut bisa saja merupakan otak Timses, bukan otak Capres-Cawapres. Padahal sesungguhnya rakyat ingin mengetahui seberapa dalam isi otak calon pemimpin bangsa yang didukungnya itu.

Maka tak mengherankan, Fahri Hamzah vokalis DPR sampai mengatakan, Debat Capres tanpa pemaparan visi-misi tak ubahnya sirkus mahal. Tetapi KPU pun punya alasan, kemasan debat semacam itu untuk menjaga martabat Capres sekaligus menghindari hadirnya gendruwo dan sontoloyo. – gunarso ts