Sunday, 16 June 2019

Sakit , Berobat Makin Sakit

Selasa, 8 Januari 2019 — 6:39 WIB
sakit

SIANG hari itu ada sekitar 20 pasien menunggu giliran diperiksa dokter di satu rumah sakit. Mereka ngobrol ngalor ngidul, rupanya mereka sudah akrab karena seringnya bertemu di ruang tunggu tersebut. Penyakit mereka juga seragam, darah tingi, darah rendah, gula darah, kolestrol, asam urat dan semacamnya.

“Saya sudah dari Subuh di sini,” ujar seorang ibu, sambil menyebutkan ada pasien yang lain, mendaftar sejak jam satu tengah malam. Bayangkan betapa perjuangan mereka untuk berobat sangatlah luar biasa. Metek sara,kalau nggak cepat bakalan dapat siang hari atau sama sekali yak bisa berobat karena dokternya tak mau memeriksa seharian penuh.

Sekali kesabaran adalah modal bagi pasien BPJS, karena mereka untuk tembus sampai ke rumah sakit harus ada proses yang panjang. Pertama datang ke Puskesmas terdekat, lalu menuju rumah sakit yang ditunjuk. Setelah dokter rumah sakit memeriksa, masih harus menunggu dan janji waktu yang cukup lama untuk mengambil tindakan medis berikutnya,seperti operasi dll.

“Memang begitu prosedurnya,” ujar petugas. Bagi pasien yang ingin berobat dan sembuh, ya oke saja menunggu, atau nggak berobat sama sekali?

Ilustrasi di atas adalah ketika rumah sakit masih mau menerima pasien BPJS? Nah, bagaimana ketika nanti ada sebagian yang nggak mau menerima pasien peserta BPJS?

Sakit berobat ke rumah sakit ditolak, sakit lagi, tambah sakit lagi. Ini bukan peribahasa, tapi kenyataan yang sangat menyedihkan bagi para penderita yang mau berobat. Bukan termasuk bagi mereka yang uangnya berlipat-lipat, tapi mereka yang hanya berbekal kartu sehat BPJS Kesehatan. Tahulah, siapa mereka, yakni orang kecil yang hanya bisa mencicil dana kesehatan dengan iuran kecil.

Kabar ini datang ketika ada sejumlah rumah sakit di Jakarta dan beberapa daerah mulai menolak kerja sama denga BPJS Kesehatan dengan berbagai alasan yang jelas nggak jelas. Padahal sebelumnya rumah sakit yang bersangkutan menerima? Sekali lagi inilah nasib orang kecil. Mau sehat saja sulit, ya? –massoes