Wednesday, 20 March 2019

Wasit Pertandingan Persibara dan Pasuruan Ditangkap Satgas Anti Mafia Bola

Selasa, 8 Januari 2019 — 12:13 WIB
Ketua tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya,(cw2)

Ketua tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya,(cw2)

JAKARTA – Seorang Wasit dari pertandingan Persibara melawan Pasuruan, Nurul Safarid, ditangkap oleh tim Satgas Anti Mafia Bola di Garut, Jawa Barat pada Senin (7/1/2019), terkait kasus pengaturan skor.

“Inisial N ini kita tangkap saat berada di sarana olahraga Garut. Setelah kita lakukan penangkapan, kemudian kita lakukan penggeledahan di rumahnya,” ujar Ketua tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2019).

Setelah melakukan penggeledahan dan menemukan sejumlah barang bukti, berupa foto bukti transfer dari tersangka Priyanto alias P ke Nurul, dan capture percakapan antara tersangka Priyanto dengan Nurul, serta buku rekening milik Nurul.

Diduga, Nurul menerima uang sebesar Rp. 45 juta untuk memenangkan tim Persibara dalam pertandingan tersebut. Di mana pada pertandingan antara Persibara dan Pasuruan ini, tersangka diminta untuk memenangkan Persibara dengan skor akhir 2 – 0.

Sebelum menerima uang pelicin tersebut, tersangka bertemu dengan tersangka Priyanto, Johar Lin Eng, dan Dwi Irianto, ada pula wasit cadangan dan inspektur pertandingan dalam pertemuan yang diadakan di Hotel Central Banjanegara, pada Oktober 2018 lalu.

“Jadi sebelum pertandingan di mulai, wasit ini bertemu dulu dengan P (Priyanto), J (Johar Lin Eng), dan DI (Dwi Irianto) di sebuah hotel. Juga wasit cadangan dan inspektur pertandingan, berkumpul semua dengan harapan untuk memenangkan salah satu klub tersebut,” jelasnya.

“Pada saat pertemuan itu, tersangka P memberikan uang dengan janji Rp. 45 juta tapi baru diberikan Rp. 30 juta. Kemudian setelah pertandingan, inisial DI memberikan Rp. 10 juta. Kemudian Rp. 5 juta sisanya di transfer,” imbuh Argo.

Akibat menerima uang tersebut, kini Nurul pun berada di Polda Metro Jaya guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut. (cw2/tri)