Wednesday, 16 January 2019

Roy Marten Masih Produktif

Rabu, 9 Januari 2019 — 0:59 WIB
Foto istimewa

Foto istimewa

DIA yang terpukul pertama kali atas kasus perceraian Gading Marten dan Gisella Anastasia adalah Roy Marten. Aktor film kawakan ini tak menyembunyikan wajah dukanya.

Roy menguatkan hati putra penerus darah seninya di film dan sinetron ini yang tengah terguncang, sebagaimana dalam ekspresi foto yang diambil oleh dokter Tompi dan beredar di media sosial.

Untuk waktu yang sangat lama Roy adalah seorang bintang film remaja, muda yang ganteng dan jadi idola. Namanya terpatri di antara penonton film nasional sebagai pemeran pemuda playboy, nakal, tapi disukai banyak wanita, tua dan muda.

Tapi dalam usianya yang ke 66, dia merupakan seorang ayah dan kakek bagi cucu dan kepala keluarga besarnya. Dan Roy menyatakan, semakin menyederhanakan impiannya di masa tua.

Meski terus produktif berakting, namun harapannya ke depan tidaklah muluk-muluk.
“Saya hanya ingin sehat dan terus bersama dengan istri, itu adalah hal yang paling membahagiakan di masa tua. Terus bisa main dengan anak dan cucu, bercanda dengan mereka, ” ujar Roy menjelang malam Tahun Baru 2019 lalu.

Suami mantan model Anna Maria ini mengaku hanya berada di rumah bersama sang istri di malam Tahun Baru. “Yah gua berdoa minta agar tetap sehat, anak-anak dan cucu-cucu gua sukses, itu aja, ” lanjut Roy.

Aktor film, sinetron yang memulai karir dari peragawan ini merupakan ayah enam anak dari dua pernikahannya ini.

TERUS BERMAIN

Ayah aktor Gading ini menandaskan, akan terus bermain film tanpa batas yang ditentukan. “Terus terang ingin malah ingin lebih produktif lagi tahun ini, “ kata bintang film yang melesat lewat ‘Bobby’ (1974) Cintaku di Kampus Biru’ dan ‘Rahasia gadis’ (1975) yang pernah mendapat julukan “The Big Five” – bersama Robby Sugara, Jenny Rachman, Yati Octavia, dan Dorris Callbout ini.

Roy lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 1 Maret 1952 sangat produktif di antara tahun 1970-an sampai awal 1980-an. Setelah industri film Indonesia melesu pada dekade 1990-an, Roy beralih masuk ke ranah hiburan di televisi dengan membintangi beberapa judul sinetron antara lain ‘Bella Vista I’ hingga III, ‘Kupu-Kupu Kertas’, dan ‘Hanya Kamu’.

Roy merupakan sedikit aktor yang terus bertahan di papan atas ini hingga 2000an, bahkan di tahun 2019 ini. Yang sedang tayang di bioskop, main di Mily dan Mamet, berperan sebagai Sony, pengusaha konveksi, mertua Mamet (Dennis Adishwara)

“Tahun lalu sekitar lima film, termasuk yang belum diputar, tahun ini mudah-mudahan bisa lebih, minta doanya aja agar tetap sehat, ” ungkapnya. (ali/d)