Sunday, 16 June 2019

Rp65 Triliun Cuma Jadi Asap, Rp80 Juta Bisa Menjadi Apa?

Rabu, 9 Januari 2019 — 7:09 WIB
macet

DI KALA rupiah cenderung menguat menuju Rp 13.000,- perdolar AS, Presiden Jokowi kemarin menyesalkan bahwa di Jabodetabek setiap tahun Rp 65 triliun hanya jadi asap gara-gara kemacetan. Tapi macetnya lalulintas tak berpengaruh bagi artis VA, sehingga dia punya bisnis komoditas nonmigas yang laku Rp 80 juta sekali sewa.

Hidup di jaman era gombalisasi ini manusia cenderung boros, menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak penting. Sekedar tas tenteng untuk kaum ibu, harganya bisa sampai Rp 500 juta untuk merk Hermes. Bahkan sekedar alas kaki (sepatu) saja yang merk Bally asli bisa sampai Rp 7,5  juta.

Tapi itu masih mending, karena ada wujudnya, berupa barang. Tapi di kawasan Jabodetabek, sebagaimana kata Presiden Jokowi, gara-gara kemacetan lalulintas, setiap tahunnya uang senilai Rp 65 triliun hanya menjadi asap tanpa makna. Itu baru seputar Jakarta dan sekitarnya. Kota-kota besar lainnya seperti Surabaya dan Medan tentunya juga mengalami hal yang sama.

Kemacetan demikian parah di kawasan Jabodetabek, penyebabnya macam-macam. Di samping rendahnya disiplin publik berkendaraan, juga karena getolnya pembangunan proyek infrastruktur di sana-sini. Di jalan tol Jakarta-Cikampek misalnya, ada proyek bertumpuk. Selain pembangunan LRT, tol layang Jakarta-Cikampek, ada juga proyek KA Cepat Jakarta-Bandung.

Tapi kemacetan itu tentunya hanya sementara. Jika nantinya proyek jalan itu semuanya telah jadi, kelancaran lalulintas akan terwujud sehingga kerugian bertriliun-triliun itu lambat laun bisa ditutup. Kata orang Solo asalnya Presiden Jokowi, jer basuki mawa beya (untuk kesejahteraan perlu modal).

Tapi paling ironis adalah, terungkapnya skandal prostitusi online. Seorang pengusaha pertambangan dari Lumajang berinisial R, tidak sayang menghambur-hamburkan uang berjut-jut hanya untuk kenikmatan sesaat. Dia boking artis sinetron VA yang sekali kencan Rp 80 juta.

Ketika politisi sedang menggugat uang Rp 50 ribu dapat apa sekarang, ternyata ada orang yang mampu membelanjakan uangnya berpuluh-puluh juta hanya untuk kepuasan sesaat. Ini yang pintar artisnya, atau pengusahanya yang bodoh? – (gunarso ts)