Sunday, 16 June 2019

Duka Mendalam di Rumah Bocah Tertimbun Longsor di Proyek Rel KA

Kamis, 10 Januari 2019 — 23:16 WIB
Suasana rumah duka, M Rifki (10) korban longsor di Cicurug, Sukabumi.

Suasana rumah duka, M Rifki (10) korban longsor di Cicurug, Sukabumi.

SUKABUMI – Kediaman Muhamad Rifki (10), bocah yang tewas tertimbun di lokasi proyek double track kereta api di Kampung Pakemitan Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat masih diselimuti suasana haru, Kamis (10/1/2019) malam.

Diberitakan, bocah kelas III SD di Bangkoreang Cicurug itu tertimbun longsoran tebing setinggi 10 meter di Kampung Nyalindung, Cicurug sekira pukul 15.15 WIB bersama empat teman lainnya.

Mereka tak menyangka akan terjadi longsor ketika bermain di kubangan bekas kerukan eskavator, tepat di bawah tempat pemakaman umum (TPU) Astana Gunung.

Pengamatan Pos Kota, Kamis malam, di kediaman anak kedua pasangan Heri Supriatna (41) dan Nurhayati (37) itu masih terlihat saudara dan tetangganya datang melayat. Suasana haru dan isak tangis terdengar di rumah berkelir putih tersebut.

“Saya ngga nyangka aja, anak saya meninggal di bencana longsor. Tadi saya tahunya pas tidur dikabarin sama teman-temannya, saya langsung ke lokasi dan membawanya ke Puskemas lalu dirujuk ke RS Bhakti Medicare ternyata begitu di IGD sudah meninggal,” lirih ayah korban, Heri Supriatna yang tengah cuti di sebuah perusahaan outshourching di kawasan Cikarang, Bekasi ini.

Rencananya, kata Heri, jenazah anaknya bakal dimakamkan di TPU Ponjokhanjuang, Desa Nangerang, Cicurug, Jumat (11/1/2019). (sule/b)