Tuesday, 25 June 2019

China Dukung Kim Jong Un Gelar Pertemuan Kedua dengan Trump

Jumat, 11 Januari 2019 — 9:41 WIB
Pertemuan pertama Presiden AS, Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura pada Juni 2018. (reuters)

Pertemuan pertama Presiden AS, Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura pada Juni 2018. (reuters)

CHINA – China dukung Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un untuk menggelar pertemuan kedua dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Presiden Xi Jinping menyatakan dirinya berharap Kim dan Trump “akan saling bertemu dan menerima posisi satu sama lain”, sebagaimana dilaporkan kantor berita Cina, Xinhua.

Xi juga menegaskan bahwa Cina mendukung Korea Utara dan AS “mengadakan pertemuan dan mencapai hasil, serta mendukung kedua pihak terkait menyelesaikan kerisauan masing-masing melalui dialog”.

Cina, tambah Xi, siap memainkan “peranan positif dan konstruktif” dalam mempertahankan perdamaian serta mencapai denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Dilansir BBC, Dalam kunjungan selama tiga hari ke Cina—yang merupakan sekutu utama sekaligus mitra dagang penting bagi Korut—Kim Jong-un disambut Xi Jinping dengan jamuan makan serta pertunjukan seni.

Kim juga mengunjungi pabrik farmasi yang khusus memproduksi obat-obatan Cina.

Ini adalah kunjungan resmi kedua Kim ke Cina setelah tahun lalu. Perjalanan tersebut diyakini berlangsung bertepatan dengan ulang tahun Kim ke-35.

Saat keduanya bertemu, Xi menerima tawaran Kim untuk menyambangi Korut. Namun belum jelas kapan kunjungan ini dilaksanakan.

Risau Denuklirisasi

Saat menyampaikan pidato tahun baru, Kim berkeras tetap berkomitmen pada denuklirisasi. Namun, dia memperingatkan bahwa dirinya akan berubah haluan jika AS tetap menerapkan rangkaian sanksi terhadap Korut.

Menurut kantor berita Korut, KCNA, Cina mendukung posisi Pyongyang.

“Xi Jinping mengatakan bahwa isu-isu sah yang diangkat Korut merupakan tuntutan yang sah dan dia sepenuhnya setuju bahwa kepentingan Korut yang wajar harus diatasi dengan adil.”

Belum jelas kapan pertemuan Trump-Kim akan berlangsung lagi, namun Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengatakan itu akan terjadi “segera”.

Moon, yang selama setahun terakhir menjadi mediator antara Korut dan AS, mengatakan dalam jumpa pers pada Kamis (10/1/2019) bahwa Seoul akan bekerja sama dengan Washington dalam mengatasi isu-isu sanksi terhadap Pyongyang.

Sejak Trump dan Kim bertemu di Singapura pada Juni lalu, kemajuan soal denuklirisasi amat lambat.

Saat itu, kedua sosok menandatangani ikrar melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea, tapi tidak pernah jelas bagaimana rinciannya.(tri)