Friday, 22 March 2019

Dewas BPJS Bantah Lindungi Anggotanya yang Diduga Melakukan Pelecehan Seksual

Jumat, 11 Januari 2019 — 15:01 WIB
Ketua Dewas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksana (tengah), beri klarifikasi kasus pelecehan seksual oleh anggota Dewas  SAB terhadap RA staf khususnya.(tri)

Ketua Dewas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksana (tengah), beri klarifikasi kasus pelecehan seksual oleh anggota Dewas SAB terhadap RA staf khususnya.(tri)

JAKARTA – Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan bantah tudingan melindungi SAB , anggota Dewas yang diduga melakukan pelecehan seksual pada staf ahlinya RA.

“Tudingan tersebut tidak benar,” tegas Ketua Dewas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono saat mengklarifikasi kasus pelecehan seksual satu anggotanya, Jumat (11/1/2019).
Guntur mengungkapkan, pada pertengahan  November 2019 RA sempat melapor pada dirinya, tentang kasus yang menimpanya. “RA sambil menangis melapor perlakuan SAB pada dirinya, yang marah besar bahkan hampir melempar gelas. Saya sempat ingat puteri saya yang mundur dari pekerjaannya karena tidak cocok dengan pimpinanya. Karena itu RA saya sarankan untuk mundur,” jelas Guntur.
Semula anggota Dewas BPJS lainnya tidak tau ada kasus pelecehan seksual. “Kami baru tahu setelah testimoni beredar dan surat laporan ke DJSN dan Presiden dikirim dengan tembuskan ke Dewas pada 6 Desember 2019,” ujarnya.
“Kami mendukung pihak berwenang untuk terus melanjutkan proses penyidikan agar kebenaran yang sesungguhnya dapat segera terungkap, ” tutur Guntur yang mengaku terkejut dan terpukul atas kasua tersebut.
Saat ini, lanjutnya, RA dan SAB sedang diperiksa oleh dewan kode etik  Dewan Jaminan Sosial Nasional. “Hari ini mereka didengar keterangannya terkait laporan RA dan juga SAB. mungkin sebentar lagi kami juga dipanggil,” katanya.
Guntur menambahkan, karena dikhawatirkan kasus ini menggangu  kinerja BPJS Ketenagakerjaan sebagai lembaga publik, maka baik SAB dan SAB sudah diskorsing. Bahkan SAB dalam keterangannya beberapa waktu sudah menyatakan mundur dari anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan.
Kasus ini juga masih dalam penyidikan Bareskrim Mabes Polri, karena baik RA maupun SAB sama-sama melapor.(tri)