Saturday, 17 August 2019

Inafis Punya Alat Canggih Bikin Sketsa Wajah Peneror Rumah Ketua KPK

Jumat, 11 Januari 2019 — 17:26 WIB
Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi. (saban)

Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi. (saban)

JAKARTA – Tim kepolisian yang menangani kasus teror terhadap komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menganalisis wajah dari orang tak dikenal (otk) yang menanyakan rumah RT setempat di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo.

Sebelumnya, seorang tukang bubur yang berada di lingkungan tempat tinggal Ketua KPK ini memberikan keterangan kalau ada seseorang yang menanyakan tempat tinggal Ketua RT di sana. Peristiwa tersebut terjadi sebelum insiden teror terjadi di kediaman Agus yang berada di Bekasi, Jawa Barat, ini.

“Khusus untuk yang penjual bubur itu dari Inafis juga akan memanggil ahli sketsa wajah karena dari keterangan yang bersangkutan sebelum kejadian itu ada orang sempat menanyakan (tukang bubur), rumah Pak RT tapi yang ditanya. Itu lg dicoba digambar dulu sketsa wajahnya,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

“Inafis kita memiliki peralatan yang cukup canggih, ya digital, akan menggambar sketsa itu dalam bentuk digital,” lanjutnya.

Ia menambahkan, sketsa wajah otk ini tengah dikerjakan oleh ahli sketsa. Nantinya, hasil sketsa tersebut akan diinput ke dalam komputer dan dicocokan dengan foto yang ada pada KTP elektronik.

“Itu kerja sama dengan inafis. Nanti inafis akan memasukan ke dalam komputer, komputer itu nanti akan membuat rekam wajah secara digital. Nanti kalau bisa dicocokan dengan foto-foto yang ada di KTP El,” tambahnya.

Upaya yang dilakukan tak hanya sampai dengan melakukan sketsa wajah saja, tetapi tim kepolisian juga akan memeriksa sidik jari yang tertinggal pada barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kemudian juga dari Inafis coba akan mendalami sidik jari. Sidik jari baik yamg ditemukan di paralon maupun di tas. Itu akan didalami siapa-siapa saja yang pernah memegang barang itu,” jelasnya.

Jika barang-barang tersebut terdapat sidik jari dan sidik jari tersebut teridentifikasi, nantinya sidik jari ini akan dicocokkan oleh tim inafis dengan KTP Elektronik.

“Kalau ciri-ciri sidik jarinya orang tersebut memiliki KTP El itu langsung terkoneksi. Orang itu pasti langsung berhasil diidentifukasi oleh Inafis,” kata Dedi.

Sebelumnya diketahui, rumah dari Ketua KPK Agus Rahardjo yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat dan rumah Wakil Ketua KPK La Ode Muhammad Syarif di Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan mendapatkan teror pada Rabu (9/1/2019). Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus teror tersebut. (cw2/b)