Sunday, 16 June 2019

Ini Gambaran Ekonomi yang Akan Diperbaiki Prabowo-Sandi Jika Menang

Jumat, 11 Januari 2019 — 20:55 WIB
Harryadin Mahardika (cw6)

Harryadin Mahardika (cw6)

JAKARTA – Tim Ekonomi, Penelitian dan Pengembangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Harryadin Mahardika membeberkan sejumlah hal bidang ekonomi  yang terjadi ketika ditangani pemerintahan saat ini.

Menurutnya, masalah besar yang terjadi perekonomian Indonesia ialah ketidakadilan ekonomi. “Jadi kalau arahan dari Pak Prabowo dan Sandi jelas, yang ditangkap adalah ketidakadilan ekonomi. Jadi masalah yang ingin kita selesaikan adalah masalah ketidakadilan ini,” ucapnya di Jalan Sriwijaya I No.35, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Ketidakadilan yang dimaksud, lanjut Harryadin, salah satunya ialah perihal infrastruktur. Ia menyebut jika infrastruktur Indonesia mayoritas hanya dinikmati oleh masyarakat yang memiliki pendapatan cukup tinggi.

“Kemudian infrastruktur ini juga sifatnya hanya dinikmati oleh sebagian besar orang yang mungkin ya sebenarnya secara distribusi pendapatan sudah tinggi ya, sehingga yang bawah ini kurang,” paparnya.

Harryadin mengatakan, seharusnya pemerintah tidak hanya sekadar membangun infrastruktur saja, namum harus diperhatikan juga perekonomian di sekitarnya.

“Misalnya jalan tol begitu tapi juga bagaiman samping kanan kirinya, desa-desa yang dilewati itu apa yang bisa kita perbuat di sana. Meskipun kita juga melihat bahwa, kita tidak ingin juga serta merta menghilangkan infrastruktur ya karena infrastruktur itu sifatnya bagi kita adalah kewajiban,” katanya.

Sementara itu, Harryadin menyebut jika membangun infrastruktur bukanlah sebuah prestasi. Sebah, menurutnya hampir semua presiden Indonesia harus membangun infrastruktur.  “Tidak bisa bahwa hanya diklaim oleh satu presiden saja, jadi kita fokus itu,” ujarnya.

Lebih jauh, kata Harryadin, Prabowo-Sandi bertekad ingin meringankan beban hidup masyarakat, terutama perihal uang yang dikeluarkan sehari-hari oleh masyarakat.

“Salah satunya dengan menurunkan pajak tadi, kemudian menjaga supaya tadi dengan adanya diversifikasi energi tadi misalnya itu nanti kita bisa menunjukkan bahwa orang yang punya motor kalau bisa diisi dengan bio fuel ini biar murah ya dia bisa saving money. Kemudian juga PLN bisa menurunkan tarifnya karena pembangkit-pembangkitya bisa dikonversi menjadi bio fuel misalnya, dan sebagainya,” katanya.

“Nah itu yang kita tuju jadi meringankan beban hidup mereka jadi fokus kita, cuma dua itu dan yang terakhir adalah menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas,” tandasnya. (Cw6/win)