Wednesday, 16 January 2019

Mengapa Mainan Seks ‘Peraih Penghargaan Inovatif’ Ditarik dari Pameran Teknologi?

Jumat, 11 Januari 2019 — 16:48 WIB
Vibrator bernama Ose Robot Massager ini ditarik dari pameran teknologi.

Vibrator bernama Ose Robot Massager ini ditarik dari pameran teknologi.

INGGRIS– Alat bantu seks yang dirancang untuk kaum perempuan ditarik dari pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES), memunculkan kecaman, karena alat bantu seks pria bisa ditampilkan sebelumnya.

Perusahaan teknologi Lora DiCarlo mengatakan mereka diundang untuk menampilkan perangkat vibrator bernama Ose Robot Massager dalam pameran itu, setelah meraih salah satu penghargaan produk inovasi.

Penyelenggara pameran CES, Consumer Technology Association (CTA), yang memberikan penghargaan itu, mengatakan dipamerkannya vibrator tersebut diakibatkan oleh suatu kekeliruan. Mereka menegaskan, bisa sewaktu-waktu menarik atau membatalkan materi pameran yang ‘amoral’ dan ‘cabul.’

Kepala eksekutif perusahaan teknologi Lora DiCarlo, Lora Haddock, mengatakan CES dan CTA memiliki sejarah bias gender.

Dalam pernyataannya kepada The Next Web, pihak CTA mengatakan: “Produk ini tidak sesuai dengan kategori-kategori produk yang ada dan seharusnya tidak diterima.”

“Kami telah meminta maaf kepada perusahaan itu atas kekeliruan kami.”

Namun, dalam sebuah pernyataan di situs Lora DiCarlo, Lora Haddock menyebut sejumlah contoh produk berorientasi perempuan lainnya masuk ke dalam kategori penghargaan yang sebelumnya memasukkan vibrator itu.

“Dua robot penyedot debu, satu skateboard robot, empat mainan anak-anak, satu robot pendamping belanja – sepertinya semua minat perempuan tercakup, bukan? katanya.

“Robot Ose ini jelas cocok dengan kategori robot dan drone -dan para juri CTA juga setuju.”

Produk tersebut dirancang dalam kemitraan dengan laboratorium robotika di Oregon State University dan sedang dalam proses paten untuk “rekayasa, robot, dan biomimikri”, kata Haddock.

“Kami sangat percaya bahwa kalangan perempuan, nonbiner, gender nonkonformis, dan orang-orang LGBTQI harus secara lantang mengklaim ruang yang merupakan hak kita dalam teknologi dan keriaan,” katanya.
Haddock mengatakan ada standar ganda di CES ketika produk kesehatan seksual menargetkan kaum laki-laki dan perempuan.

“Seksualitas pria diizinkan secara eksplisit, dengan robot seks berwujud perempuan dalam ukuran sebenarnya,” katanya.

Produk yang ia maksud adalah robot seks RealDoll Harmony, yang memulai debutnya di acara ini tahun lalu, dan sebuah ruangan yang menampilkan porno virtual dalam pameran tahun 2017.

Ruangan yang menampilkan porno virtual dilaporkan sudah dikunjungi lebih dari 1.000 kali pada hari pertama pembukaannya.

Tahun ini, sebuah bus antar-jemput tidak resmi membawa orang-orang dari lokasi konferensi ke rumah bordil legal untuk pengalaman video seks yang dikendalikan oleh seorang pembicara Amazon Echo.
Para pengguna Twitter bereaksi terhadap keputusan menggunakan tagar #CESGenderBias.

“Mengapa CES terancam pemberdayaan perempuan dan produk yang memberdayakan mereka? “tulis seorang pengguna.

“CES sesungguhnya adalah salah satu pameran alat bantu seks untuk pria,” kata yang lainnya.(BBC)