Monday, 21 January 2019

Pemerintahan Jokowi Pangkas Angka Kemiskinan Melalui Program PKH

Jumat, 11 Januari 2019 — 10:55 WIB
Presiden Jokowi usai peluncuran program PKH di Gor Ciracas.(setkab)

Presiden Jokowi usai peluncuran program PKH di Gor Ciracas.(setkab)

JAKARTA – Pemerintah terus memangkas angka kemiskinan di Indonesia dengan berbagai program kebijakan, diantaranya adalah melalui Program Keluarga Harapan (PKH), yang anggarannya tahun 2019 mencapai Rp34,4 triliun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap agar penggunan dana PKH tepat sasaran, agar  tujuan PKH untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dapat tercapai.

“Saya titip pesan hati-hati pengunaannya. Supaya tujuan yang kita inginkan betul-betul bisa memberikan manfaat kepada keluarga penerima manfaat,” ujarnya saat meluncurkan Penyaluran Bantuan Sosial Program PKH Tahun 2019, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (10/1/2019).

Berdasarkan keterangan yang diterima poskotanews.com, Kamis (11/1/2019), pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Sosial, akan segera menyalurkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) untuk Keluarga Penerima Modal (KPM) tahun 2019.

Berdasarkan data, anggaran PKH di tahun 2019 mengalami kenaikkan dibandingkan tahun 2018 yang lalu. Jika di tahun 2018 Pemerintah menganggarkan dana sekitar Rp 19,4 triliun, maka untuk tahun 2019 ini naik menjadi Rp 34,4 triliun.

Kementerian Sosial telah menyusun indeks bantuan sosial untuk penerima bantuan tetap KPH agar penyaluran tepat sasaran.

Bantuan tetap untuk PKH regular Rp 550.000,-/keluarga/tahun. Sedangkan bantuan tetap PKH akses Rp 1.000.000,-/keluarga/tahun. Bantuan komponen untuk beragam kondisi KPM juga telah disusun Kementerian Sosial.

Ibu hamil, anak-anak balita, kaum difabel, dan lanjut usia, akan menerima dana masing-masing Rp 2.400.000,-/jiwa/tahun.

Sedangkan yang sudah bersekolah, pelajar SD menerima Rp 900.000,-/jiwa/tahun, SMP Rp 1.500.000,-/jiwa/tahun, SMA Rp 2.000.000,-/jiwa/tahun. (ikbal/tri)