Tuesday, 19 March 2019

Pengobatan dan Pemakaman Korban Longsor Cicurug Ditanggung

Jumat, 11 Januari 2019 — 14:14 WIB
Lokasi longsor Cicurug. (ist)

Lokasi longsor Cicurug. (ist)

SUKABUMI – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan perusahaan pelaksana proyek double track (jalur ganda) kereta api, PT Bogowonto Jaya Perkasa bakal menanggung semua biaya pengobatan korban longsor, termasuk proses pemakaman korban tewas di Kampung Nyalindung, Kelurahan/Kecamatan Cicurug, Sukabumi.

Usai mengikuti proses pemakaman korban tewas, M Rifki (10) di TPU Pojokhanjuang, Desa Nangerang, Cicurug, perwakilan Kemenhub dan perusahaan juga memberikan santunan kepada keluarga korban.

Kemenhub diwakili Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Edi  Nursalam, sementara PT Bogowonto Jaya Perkasa diwakili Mustono.

Edi menyampaikan berbelasungkawa atas musibah yang terjadi. Diakuinya, lokasi pengerjaan proyek memang hampir seluruhnya rawan, terutama longsor. Maka itu, di lokasi proyek dilarang dimasuki masyarakat. “Masih banyak lokasi pengerjaan yang belum stabil dan berbahaya bagi masyarakat,” ungkap Edi.

Pemakaman korban longsor Cicurug, Sukabumu. (ist)

Pemakaman korban longsor Cicurug, Sukabumu. (ist)

Perwakilan PT Bogowonto Jaya Perkasa,  Mustono menegaskan sebagai pelaksana sudah menerapkan prosedur keamanan di area proyek. Area proyek sudah dipasangi safety line proyek, berupa pemasangan police line.

“Area proyek terlarang untuk yang tidak berkepentingan. Pekerja di lapangan juga selalu mengingatkan warga terutama anak-anak untuk tidak bermain di area proyek,” ujarnya.

Kendati demikian, warga tetap ada yang masuk ke area proyek. Terutama anak-anak masuk area proyek, beralasan  tidak punya tempat bermain.

“Pada saat kejadian kemarin juga, petugas berulang kali memperingati anak-anak agar tidak bermain. Malah empat kali, tapi tetap datang lagi,” terangnya.

Diberitakan, bocah kelas III SD di Bangkoreang Cicurug itu tewas tertimbun longsoran tebing setinggi 10 meter di Kampung Nyalindung, Cicurug, Kamis (10/1/2019) sekira pukul 15.15 WIB bersama empat teman lainnya.

Mereka tak menyangka akan terjadi longsor ketika bermain di kubangan bekas kerukan eskavator, tepat di bawah tempat pemakaman umum (TPU) Astana Gunung. (sule/mb)