Monday, 25 March 2019

Survei Terbaru, Jokowi-Ma’ruf 54,3 Persen, Prabowo-Sandi 35,1 Persen

Jumat, 11 Januari 2019 — 23:21 WIB
Calon Presiden nomor urut 1 Joko Widodo dan calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto berjalan bergandengan tangan usai membacakan deklarasi kampanye damai. (ikbal)

Calon Presiden nomor urut 1 Joko Widodo dan calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto berjalan bergandengan tangan usai membacakan deklarasi kampanye damai. (ikbal)

JAKARTA – Elektabilitas dua pasangan capres-cawapres, Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga, dinilai stagnan, alias tidak mengalami perubahan signifikan, pergerakannya hanya naik tipis. Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,3 persen, Prabowo-Sandiaga 35,1 persen.

Itu merupakan hasil survei terbaru Alvara Research Center, yang dipaparkan, Jumat (11/1/2019). “Elektabilitas kedua pasangan tidak mengalami perubahan signifikan. Keduanya naik tipis,” kata CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali, di Jakarta, Jumat.

Survei itu digelar  11-24 Desember 2018 terhadap 1.200 responden. Hasilnya, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,3 persen, Prabowo-Sandiaga 35,1 persen.

Dalam survei ini,  jumlah pemilih belum menentukan pilihan sebesar 10,6 persen. Diungkapkan, mereka yang tidak akan mengubah pilihannya mencapai lebih dari  60 persen pemilih. “Jika dibandingkan dengan survei-survei sebelumnya, naik turunnya selisih elektabilitas kedua pasangan cenderung tidak berubah,” paparnya.

Dikatakannya lagi, kampanye masih ada tiga bulan lebih. Masih ada waktu bagi kedua pasangan untuk meningkatkan elektabilitasnya. Debat capres-cawapres akan menjadi panggung penting dalam mengemukakan program yang memberikan harapan kepada pemilih.

Debat diyakini akan memengaruhi pemilih yang belum menentukan pilihan dan pemilih mengambang atau “swing voters”. “Berkaca pada pengalaman debat pilkada dan pilpres sebelumnya, fungsi debat hanya bisa menyasar pemilih rasional dan ‘swing voters’,” kata Hasanuddin.

Hanya saja, umlah pemilih mengambang yang dapat dipengaruhi hasil debat nanti tidak signifikan. “Dari survei kami jumlah ‘swing voters’ tidak terlalu banyak,” ujarnya. (*/win)