Monday, 25 March 2019

Atasi Kemacetan di Jalan DI Panjaitan Ini yang Dilakukan

Sabtu, 12 Januari 2019 — 5:57 WIB
Kondisi kemacetan Jalan DI Panjaitan, Jatinegara. (Ifand)

Kondisi kemacetan Jalan DI Panjaitan, Jatinegara. (Ifand)

JAKARTA – Tangani kemacetan di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, merubah putaran atau U-Turn yang ada.

Kepala Seksi Lalu Lintas Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Andreas Eman mengatakan , U-turn yang ada saat ini juga dinilai sebagai salah satu penyebab penumpukan kendaraan. “Putarannya kami mundurkan dari posisi yang sebelumnya,” katanya, Jumat (11/1).

Dikatakan Andreas, putaran yang ada di depan kantor Kecamatan Jatinegara itu, dibuat mundur sejauh sekitar 135 meter. Dimundurkannya putaran itu, setelah pihaknya berkordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk merubah kondisi yang ada. “Saat ini, pengerjaan tengah dalam tahap pembetonan dengan dibantu dari kontraktor pembangunan tol Becakayu,” ungkapnya.

Menurut Andreas, rekayasa lalu lintas perlu dilakukan karena kemacetan lalu lintas di lokasi tersebut sangat parah. Di mana terjadi penyempitan jalan dan masih adanya pembangunan proyek Tol Becakayu. Belum lagi adanya jarak yang cukup pendek antara lokasi U-Turn lama dengan off ramp Tol Becakayu. “U-Turn baru ini sebagai upaya memecah kemacetan lalu lintas di Jalan DI Panjaitan,” sambungnya.

Menurutnya, pembangunan baru berjalan sekitar 60 persen dari yang diharapkan. Butuh waktu 14 hari lagi untuk menunggu beton cor kering, yang akhirnya dimanfaatkan untuk merapikan sekelilingnya. “Saat ini ada dua putaran balik. Kalau yang baru sudah difungsikan, satu putaran lama akan ditutup permanen,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, penguna jalan mengeluhkan pintu keluar tol Cipinang tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), yang sejak beberapa lama ini dilakukan uji coba. Pasalnya, akibat keberadaan itu, membuat Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, kerap macet.

Kemacetan yang terjadi setiap pagi di hari kerja, disebabkan penyempitan jalan akibat mobil yang turun dari Tol Becakayu. Jalur yang awalnya hanya dua, harus dipersempit dengan mendahulukan kendaraan yang turun dari jalan bebas hambatan itu. Akibatnya, kemacetan sepanjang 3 kilometer atau hingga UKI kerap terjadi.

Kasat Lantas Polres Jakarta Timur AKBP Sutimin menambahkan, kemacetan yang terjadi di kawasan itu disebabkan empat faktor yang ada. Pertama hilangnya jalur lambat yang sebelumnya ada, keberadaan halte busway, putaran ke arah Kebon Nanas dan pintu keluar tol. “Akibatnya di jalur yang hanya tersisa dua, membuat tak mampu menampung kendaraan yang ada,” terangnya. (Ifand/b)