Monday, 22 July 2019

Dosen-Mahasiswi Berkoalisi Diselesaikan di Kantor Polisi

Sabtu, 12 Januari 2019 — 8:12 WIB
cukupabagi

DOSEN Hermanses, 40, dari Kupang (NTT) ini kelewatan. Motor dipakai anak sendiri tak boleh, eh malah diberikan pada mahasiswi yang jadi WIL-nya. Tapi akhirnya “koalisi” dosen-mahasiswi ini berhasil dibongkar istrinya, Ny. Novianti, 38, bersama anaknya. Keduanya pun digelandang ke Polres Kupang.

Dosen membimbing mahasiswi yang mau skripsi, itu sudah lumrah. Tapi ternyata ada juga yang kebablasan. Tadinya hanya bimbingan untuk studi, pada akhirnya malah dibimbing ke dalam kamar. Pertanyaannya kemudian, mahasiswi dan dosennya berada dalam kamar hotel, mau ngapain, hayo?

Dosen Hermanses yang jadi tenaga pengajar di sebuah PTS Kupang ini sebetulnya sudah bertitel doktor, dengan sendirinya dia sudah termasuk cendekiawan. Tapi dalam prateknya, dia bukan cendekiawan, tapi cendek nek awan (pendek di siang hari)! Kalau malam hari cenderung memanjang. Soalnya malam-malam Hermanses suka gerumutan (mengendap-endap) ke rumah mahasiswinya, Rosiana, 25.

Apa saja aktivitas Hermanses di rumah kos-kosan mahasiswinya? Awalnya sih hanya sebagai dosen pembimbing, tapi kok yang lebih aktif malah dosennya? Pasti ada apa-apanya tuh. Rupanya memang demikian. Soalnya Rosiana ini juga cantik, rambutnya dicat pirang model LKMD (Landa Kok Ming Ndase). Lelaki normal cap apapun, pasti gampang terpikat pada Rosiana.

Rupanya Hermanses memang sudah menjadikan Rosiana sebagai WIL-nya. Sampai-sampai sepeda motor miliknya diberikan pada si mahasiswi tersebut. Padahal anak lelakinya di rumah mau pakai, tak diberikan. Alasannya, motor tersebut dirental orang untuk ngojek. Bayangkan, dosen saja sudah menciptakan hoax untuk anak sendiri.

Tapi Hermanses itu lupa bahwa WIL itu merupakan proyek padat modal. Jika tak memiliki dana CSR, pada akhirnya akan mengganggu APBD di rumah. Dan ini benar-benar dialami. Karena gajinya tak lagi utuh sampai rumah, Ny. Novianti sebagai istri mengadakan penyelidikan diam-diam, dibantu penyidik independen.

Hasilnya diperoleh data bahwa suaminya suka mangkal di kos-kosan mahaswi Rosiana di Kota Kupang. Tentu saja istrinya mencak-mencak. Dosen kere kok mau macem-macem. Kalau pengusaha, bolehlah, bisa pesen apem seharga Rp 80 juta. “Tipis di kantong, mau manjakan si entong,” omel sang istri merepet-repet.

Beberapa hari lalu tempat kos-kosan mahasiswi itu digerebek Ny. Novianti bersama anak lelakinya. Di sana terlihat sepeda motor Hermanses yang katanya direntalkan ke pengojek. Tentu saja Pak Dosen tak berkutik, mukanya pucat pasi. Yang aneh justru Rosiana. Dengan gagahnya dia menggelar referandum dadakan. “Jawab Mas, sampeyan berat ke istri atau saya?”
Tapi Hermanses tak menjawab, sampai datang polisi untuk menyelesaikanya. Keduanya dibawa ke Polres Kupang, disaksikan istri dan anak lelaki Hermanses.

Sudahlah, nanti di rumah menggelar voting. (Gunarso TS)