Tuesday, 25 June 2019

Jokowi Mengaku Jengkel Ada yang Sebut Indonesia Bubar

Sabtu, 12 Januari 2019 — 22:08 WIB
Jokowi di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu 12/1/2019).(ikbal)

Jokowi di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu 12/1/2019).(ikbal)

JAKARTA – Ada yang berbeda dalam diri Joko Widodo saat menghadiri deklarasi dukungan dari para alumni Universitas Indonesia di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu 12/1/2019). Jokowi yang biasanya dikenal kalem dan berbicara dengan intonasi rendah, bisa juga berbicara lantang dan berapi-api.

Saat memberikan sambutan di hadapan alumni UI, tidak ada yang berbeda awalnya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berbicara dengan lambat. Namun, perlahan intonasi bicaranya meninggi, temponya semakin cepat. Dia mengaku jengkel dengan sikap pesimisme yang dikeluarkan pihak lain.

“Kita harus optimis, kita harus optimis, kita harus optimis,” tegasnya disambut tepuk tangan riuh.

Dia berharap sikap optimisme ditumbuhkan di semua lapisan masyarakat. Calon presiden nomor urut 01 itu pun menyebut anggapan Indonesia akan bubar dan punah sebagai sikap pesimisme yang harus dihindari.

Pernyataan Jokowi itu seakan menyinggung pesaingnya dalam Pilpres 2019, Prabowo Subianto. Pasalnya, Prabowo lah yang pernah menyatakan Indonesia akan bubar pada 2030, merujuk novel fiksi berjudul Ghost Fleet yang ditulis Peter Warren Singer dan August Cole. Ketua Umum Partai Gerindra itu juga yang menyebut Indonesia akan punah jika dirinya tidak memenangi Pilpres 2019.

“Jangan sampai ada pesimisme di antara kita. Jangan sampai ada yang bilang Indonesia bubar, gak ada! Jangan sampai ada yang bilang Indonesia punah, tidak ada! Saya katakan, tidak ada,” tandas dia.

Mantan Walikota Solo itu mengaku marah dengan sikap pesimisme tersebut. Menurutnya membangun negara besar seperti Indonesia harus didasari sikap optimisme dari semua pihak.

“Saya katakan kita harus optimis. Saya kadang jengkel dan marah untuk hal-hal yang seperti itu. Bagaimana negara sebesar Indonesia ini, kita tidak bangun optimisme. Sesulit apapun rintangan itu, sesulit apapun tantangan itu, hambatan itu, kita harus bersama-sama membangun negara ini,” imbuh Jokowi. (ikbal/b)