Monday, 25 March 2019

Polres Kapuas Tembak Tiga Perompak Beraksi di Sungai

Sabtu, 12 Januari 2019 — 7:10 WIB
Polres Kapuas Kalimantan Selatan amankan perompak

Polres Kapuas Kalimantan Selatan amankan perompak

JAKARTA – Anggota gabungan Resmob Satreskrim Polres Kapuas dengan anggota Dit Narkoba Polda Kalimantan Selatan dan Polair Polresta Banjarmasin, meringkus tiga perompak laut. Lantaran mencoba melawan saat ditangkap oleh anggota masing-masing dihadiahi timah panas dari senjata api petugas.

Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuliantoro mengatakan ketiga pelaku harus dilumpuhkan dengan tembakan petugas di kaki lantaran melawan saat ditangkap yaitu Ilan,48, Noor Abidin alias Kai Bodrex,49, dan Anang Hardian alias Anang Sambas,34,

Mereka merompak H. Jaini ,63, warga Desa Muara Dadahup, Kapuas Murung Kalimantan Tengah, dengan lokasi kejadian di Sungai Sepundu Desa Muara Dadahup, Jumat (4/1).

Setelah melakukan penyelidikan anggota menangkap pelaku di tempat persembunyiannya di Banjarmasin, Kalsel.

“Ketiga pelaku ditangkap pada Jumat (11/1) dini hari. Pada saat akan ditangkap mencoba melawan petugas dan ingin mencoba kabur lalu oleh anggota terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan sebutir proyektil menembus betis kaki masing- masing para pelaku,”ujarnya.

Mantan Kabag Ops Polresta Depok ini mengatakan setelah diperiksa diketahui u dua dintara merupakan residivis kasus pencurian.

Perwira jebolan Akpol angkatan 2000 ini menuturkan pelaku l merampas harta benda milik korbannya saat berada di atas sungai.

“Barang-barang yang mereka rampok yaitu mesin lampu, empat karung beras, dua buah tabung gas 3 Kg, mesin pompa air, satu set kunci pas, hp dua buah, tiga gelang emas seberat 21 gram, satu kalung emas 10 gram, dua cincin emas 4 gram, dua bonel dua gram dengan total kerugian Rp. 20.390.000,”bebernya.

Dari hasil kejahatan a pelaku, lanjut AKBP Tejo, barang bukti diperoleh dari rumah Anang dan Noor Abidin berupa dua hp milik korban Muara Dadahup .

“Pelaku mengaku sudah melakukan aksi kejahatan tiga kali di wilayah hukum Polres Kapuas. Hasil kejahatan digunakan buat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari lantaran untuk pekerjaan rata-rata menjadi petani,”tutupnya.

Ketiga pelaku dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana diatas 10 tahun. (angga/b)