Monday, 25 March 2019

Sandi: Kami Tidak Akan Bikin Petani Mati Kutu

Sabtu, 12 Januari 2019 — 15:51 WIB
Sandi saat mendengar curhatan  warga Desa Mlowokarangtalun, (ist)

Sandi saat mendengar curhatan warga Desa Mlowokarangtalun, (ist)

GROBOGAN – Nurdin, petani Desa Mlowokarangtalun, Pulokulon Grobogan Jawa Tengah, curhat kepada calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno soal kondisi petani yang memprihatinkan. Saah satunya adalah kebijakan impor pemerintah yang membuat petani sengsara.

“Sebelumnya saya bersyukur sekali, baru kali ini kami dikunjungi seorang cawapres. Tidak pernah ada sebelumnya petinggi yang kemari pak. Semoga membawa kemenangan Prabowo Sandi,” kata Nurdin kepada Sandi.

“Saya minta sekali pak, kalau terpilih nanti jangan seperti pemerintahan  sekarang. Petani sedang panen kok malah impor. Kita, petani mati kutu. Jangan sampai inpor besar-besaran. Dulu saya bisa beli motor cash, sekarang kasih sangu anak sekolah aja susah. Ini beneran. Kalau ada yang menyangkal suruh temui Nurdin pak. Kita ini seperti kayak syair lagu dangdut, hidup segan, mati tidak mau,” sambungya.

Sandi meminta Nurdin bersabar. Menurut Sandi seorang pemimpin akan diukur dari janjinya. Jika terpilih nanti, Sandi berjanji tidak akan melakukan impor saat petani panen.

“Ini merupakan komitmen Prabowo-Sandi. Seorang pemimpin Itu dilihat dari kemampuannya merealisasikan janji-janjinya di masa kampanye. Kami tidak akan membuat petani mati kutu. Justru akan memberdayakannya. Prabowo-Sandi terpilih, petani makmur,” ucap Sandi.

Sementara itu, dalam kesempatan dialog dengan warga 10 desa di Kabupaten Grobogan yang digelar di tempat wisata Sendang Coyo, Mlowokarangtalun, Sandi memberikan buku visi-misi Prabowo-Sandi pada pewakilan desa.

“Sampaikan, Prabowo-Sandi fokus pada Ekonomi. Harga-harga yang terjangkau stabil dan penciptaan serta penyediaan lapangan kerja. Prabowo jadi presiden, bapak-bapak sejahtera, emak-emak bahagia, petani makmur, anak muda sukses,” tandasnya. (cw6/mb)