Monday, 21 January 2019

Tak Dapat Sepeda, Pengemudi Ojol Minta Jokowi Bagikan Helm

Sabtu, 12 Januari 2019 — 15:01 WIB
Jokowi saat memberikan hadiah album foto kepada lima pengemudi ojol. (yendhi)

Jokowi saat memberikan hadiah album foto kepada lima pengemudi ojol. (yendhi)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) batal memberikan hadiah sepeda kepada lima pengemudi ojek online yang diajak ngobrol di depan panggung saat acara Silaturahmu Nasional (Silatnas) Jokowi dengan ribuan Keluarga Besar Pengemudi Online.

Dari awal pembawa acara menekankan bahwa acara yang digelar di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019) ini merupakan acara Kenegaraan Presiden. Sehingga melarang pengemudi ojol memberikan isyarat berbau politik.

Semula, Jokowi meminta ribuan pengemudi online tunjuk tangan jika ingin mendapatkan sepeda darinya. Pengemudi ojol pun saling berebut menunjukkan jari agar mendapat perhatian Jokowi. Akhirnya terpilih lima orang, salah satunya pengemudi wanita.

Satu per satu, Jokowi bertanya nama dan seputar profesi yang digeluti mulai dari cara pelayanan dan penghasilan yang diperoleh setiap hari serta setiap bulan.

(BacaJokowi Bersilaturahmi dengan Ribuan Pengemudi Transportasi Online)

Salah satu pengemudi mengeluhkan kecilnya pendapatan yang diperoleh setiap kali mengantar penumpang, Saat ini, dia menyebut dalam jarak 5 km pengemudi mendapat imbalan Rp8 ribu. Dia meminta Jokowi kembali menaikkan harga per km tersebut.

Namun, menurut Jokowi, seluruh perusahaan terutama operator online harus memiliki inovasi dalam persaingan usaha yang ketat. Keputusan operator aplikasi menerapkan 5 km Rp8 ribu juga dipastikan sudah melalui berbagai pertimbangan.

“Perusahaan juga terjadi persaingan-persaingan. Kalau perusahaan penentuan 5 km keliru, terlalu mahal, konsumen gak datang. Perusahaan punya hitungan. Saya minta kita ingin 5 km lebih dari Rp8 ribu tapi ada perhitungan. Silakan bapak ibu bicarakan baik-baik. Ketemu direksi. Bilang misalnya jangan Rp8 ribu tapi Rp9 ribu atau Rp10 ribu, dalam sebuah diskusi,” kata Jokowi.

Dijelaskan Jokowi, jika dipaksakan naik kemungkinan tidak akan efektif dan justru berimbas kepada para pengemudi sendiri jika perusahaan aplikator tidak bisa bersaing.

Jokowi tidak memberikan hadiah sepeda karena takut melanggar Undang-undang Pemilu karena saat ini sudah dianggap sebagai momen politik. Lima pengemudi ojol pun sempat memperlihatkan wajah kecewa. Namun, mereka diberi hadiah album foto bertuliskan Istana Presiden RI yang di dalamnya ada foto mereka saat bersama Jokowi.

“Biasanya yang saya suruh maju itu dapat sepeda, biasanya, tapi karena masuk bulan pemilu, bulan politik, oleh KPU tidak boleh berikan sepeda. Tetapi akan saya berikan ini jauh lebih mahal dari sepeda. Ini tadi difoto, langsung jadi. Difoto ada album dengan tulisan Istana Presiden RI, lebih mahal ini,” seloroh Jokowi.

(BacaJokowi Marah Profesi Pengemudi Transportasi Online Dihina)

Namun, salah satu pengemudi merasa masih kurang dan berbisik kepada Jokowi minta diberi helm yang terpajang di depan panggung. Sembari tertawa Jokowi mengaku tidak mengetahui helm milik siapa.

“Minta helm? Sudah dapat foto malah minta helm lagi? Saya gak tahu ini helm siapa. Tanya pak Menhub. Masa gak punya helm, gimana. Bukan helm saya minta ke saya gimana saya mau kasih,” kata Jokowi.

Akhirnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi maju ke depan mengambil helm putih yang terjejer rapi di depan panggung dan memberikan kepada lima pengemudi tersebut.

“Sudah difoto dapat helm lagi,” seloroh Jokowi disambut gelak tawa pengemudi online. (yendhi/ys)