Wednesday, 20 March 2019

Bersama Keraton Kanoman Cirebon, PSI Ingin Jaga Kelestarian Budaya Indonesia

Minggu, 13 Januari 2019 — 23:59 WIB
Keraton Kanoman Cirebon menerima pengurus DPP PSI. (ist)

Keraton Kanoman Cirebon menerima pengurus DPP PSI. (ist)

CIREBON – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Keraton Kanoman Cirebon sepakat untuk menjalin sinergi menjaga keberagaman kebudayaan sebagai aset berharga milik Indonesia.

Di hadapan Kanjeng Gusti Sultan Raja Muhammad Emirudin dan keluarga besar Keraton Kanoman, Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni menyampaikan kekhawatirannya terhadap budaya Indonesia yang mulai tergeser dengan budaya luar.

“Kami melihat ada dua gelombang besar yang datang menerpa Indonesia, keduanya apabila tidak diantisipasi akan bermasalah untuk kita,” ujar Toni di Keraton Kanoman Cirebon, Jawa Barat, Minggu (13/1/2019).

Toni menjelaskan geombang pertama adalah budaya pop yang telah melanda Indonesia. Dia menegskan tidak membenci kebudayaan dari luar, namun penting menurutnya melestarikan sekaligus meng-upgrade kebudayaan Indonesia.

“Kita tentu saja tidak benci dengan kebudayaan yang datang dari luar, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita melestarikan dan upgrade kebudayaan kita agar dapat dinikmati masyarakat secara luar sebagaimana budaya K-Pop,” jelas dia.

Lebih lanjut, gelombang kedua adalah gelombang kebencian yang menganggap kebudayaan bertentangan dengan suatu kepercayaan tertentu. “Saya rasa tugas kita terpenting saat ini adalah mempromosikan budaya kita dan besinergi dengan kawan-kawan yang bergerak di bidang kultural dengan kami yang bergerak di bidang politik,” tutup Toni.

Hal senada juga disampaikan Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran. Karena itu Pangeran Patih Raja memberikan pesan kepada PSI sebagai partai muda untuk terus merawat keragaman sebagai aset penting bagi Indonesia.

“Saya berpesan kepada PSI untuk bisa mengembalikan historis sejarah dan kebudayaan yang ada di Indonesia ini. Buat saya, kebudayaan harus dijaga. Harga mati,” kata Pangeran Patih Raja dalam sambutan. (ikba;/yp)