Friday, 18 January 2019

Mengaku Diperkosa Ronaldo Ini Kathryn Mayorga Depresi

Minggu, 13 Januari 2019 — 7:50 WIB
Kathryn-Mayorga

AMERIKA– Sempat menjadi ‘buah bibir’ karena kabar yang menghebohkan pada 2009 silam, nama Kathryn Mayorga kemudian tenggelam dari pemberitaan. Kini, setelah hampir satu dekade, wanita yang mengaku pernah diperkosa oleh Cristiano Ronaldo itu kembali dikabarkan bersembunyi di Amerika Serikat karena depresi setelah berhenti menjadi seorang guru.

“Ms Mayorga baru saja berhenti dari pekerjaannya sebagai guru, dia telah bersembunyi. Dia mengatakan bahwa ia mengalami depresi karena tidak tahan dengan gunjingan orang-orang setelah dugaan pemerkosaan,” bunyi salah seorang sumber dari Kepolisian Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat (AS) yang hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus yang menimpa perempuan berusia 34 itu bersama Ronaldo seperti dikutip Der Spiegel.
Seperti dilansir The Sun, tidak sedikit yang menuduh wanita asal Amrik itu hanya mencari sensasi, terkait pengakuannya yang telah diperkosa oleh Ronaldo pada 2009 silam lalu. Apalagi selama ini Ronaldo membantah telah melakukan pemerkosaan dan mengklaim hubungan intim yang mereka lakukan berdasarkan atas ‘suka sama suka’. Meski demikian, ada pula yang memberi dukungan kepada Kathryn yang pernah bekerja sebagai Rain Nightclub di area Palms Casino Resort, Las Vegas, Nevada, AS. Di tempat itu pula dia berkenalan dengan Ronaldo.

MENGAKU DIPERKOSA
Kathryn mengaku diperkosa di sebuah hotel di Las Vegas pada 13 Juli 2009. Ronaldo konon mengajak Kathryn ke kamar nomor 57306 di Palm Resort dan perkosaan itu terjadi di sana. Saat kejadian itu, Kathryn masih berusia 24 tahun dan Ronaldo baru bergabung dengan Real Madrid setelah dibeli dari Manchester United. Usai diperkosa, Kathryn yang juga sempat berprofesi sebagai model, kemudian mengalami depresi. Ia bahkan sempat berniat ingin bunuh diri setelah kejadian tersebut.

Demi tutup mulut, Kathryn kemudian dikabarkan menerima uang sebesar 287 poundsterling dari pihak Ronaldo dan membuat perjanjian agar peristiwa tersebut tidak dipublikasikan. Hal itu diungkapkan kuasa hukum Kathryn, Leslie Stovall. Sejak saat itu, nama Kathryn tenggelam dan tidak pernah lagi muncul dalam pemberitaan. Namun setelah tidak kuat menanggapi gunjingan banyak orang, Kathryn bersama kuasa hukumnya, membatalkan perjanjian tersebut dan melaporkan kasus ini kepada pihak Kepolisian setempat.Pihak Ronaldo bahkan sudah meminta pihak Ronaldo untuk memberikan sampel DNA setelah membantah telah memperkosa Kathryn. (junius)