Friday, 18 January 2019

Terkait Pilpres 2019, Ini Sikap Pilihan Para Korban Bom Thamrin

Minggu, 13 Januari 2019 — 12:45 WIB
dwi

JAKARTA – Pasca tiga tahun peristiwa bom Thamrin, sejumlah korban masih menyimpan sejuta trauma. Bahkan dari 33 korban, baru 13 saja yang mendapat kompensasi dari pemerintah. Lantas bagaimana pilihan politik mereka pada Pilpres 2019 ini?

Agus Kurnia, salah satu korban bom Thamrin yang tergabung dalam komunitas Sahabat Thamrin mengatakan jika para korban bom Thamrin memilih untuk independen dalam Pilpres 2019.

“Kami bersikap untuk tidak memihak kubu paslon manapun,” ucapnya trotoar jalan dekat lokasi bom di Starbucks maupun pos polisi, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019).

Agus melanjutkan, alasan para korban bom Thamrin memilih independen dalam Pilpres 2019 agar meminimalisir pertikaian antar para pendukung pasangan calon satu sama lain.

“Umumnya di saat itu masyarakat terbelah menjadi dua kubu yang saling berlawanan merebut pwehatian. Segala cara dilakukan oleh kelompok yang berbeda pendapat hingga memancing pertikaian. Hantaman bertubi-tubi dari berita-berita hoax yang meresahkan serta memprihatinkan, ujaran kebencian kepada lawan politik potensial mengguncang perdamaian bahkan membuat perpecahan dalam satu keluarga,” katanya.

Di lokasi yang sama, Juru Bicara Komunitas Sahabat Thamrin yang juga merupakan korban bom Thamrin, Dwi Siti Rhomdoni mengatakan jika para korban bom Thamrin ini mengajak berdamai dalam hal apapun itu, termasuk soal pilihan politik.

“Kita ingin berdamai, mengajak perdamaian jadi apapun itu pilihannya, apapun itu pilihan politik ataupun pilihan keyakinannya ya silahkan aja, karena kami menganut sistim Bhinneka Tunggal Ika, jadi apapun pilihannya jangan sampai kita terpecah belah karena kita tetap saja menginginkan Indonesia bersatu dan berdamai,” tandasnya. (cw6/tri)