Wednesday, 19 June 2019

5 Kecamatan di Kota Sukabumi Rawan Bencana Tanah Bergerak

Senin, 14 Januari 2019 — 5:59 WIB
Sebanyak 15 warga ditemukan tewas setelah longsor menimbun puluhan rumah di Cimapag, Sirnaresmi, Sukabumi. (sule)

Sebanyak 15 warga ditemukan tewas setelah longsor menimbun puluhan rumah di Cimapag, Sirnaresmi, Sukabumi. (sule)

SUKABUMI – Bencana gerakan tanah berpotensi terjadi di lima dari tujuh kecamatan di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kelima kecamatan itu yakni Lembursitu, Cikole, Cibeureum, Gunungpuyuh, dan Citamiang.

Di samping itu, untuk Cibeureum dan Gunungpuyuh ada tambahan potensi bencana banjir bandang atau aliran bahan rombakan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapasiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Zulkarnain Barhami, menuturkan lima kecamatan masuk kategori potensi gerakan tanah berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Januari tahun 2019.

Di kelima wilayah itu kategori potensi gerakan tanah menengah. Artinya, jika hujan di atas normal dapat terjadi gerakan tanah. Terutama berdekatan lembah, sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

“Berdasarkan data PVMBG tidak terdapat potensi tinggi gerakan tanah. Disebut potensi gerakan tanah tinggi jika terjadi hujan di atas normal dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali,” ungkapnya, Minggu (13/1/2019).

Ditegaskannya, potensi pergerakan tanah harus disikapi secara serius oleh semua elemen masyarakat. Terlebih, intesitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini.

“BPBD melakukan sejumlah langkah pencegahan dan kesiapsiagaan untuk mengurangi resiko bencana,” tukasnya. (sule/yp)