Wednesday, 20 March 2019

Sehari, Lima Kecamatan di Sukabumi ‘Dikepung’ Bencana

Senin, 14 Januari 2019 — 9:13 WIB
Banjir melanda Sukabumi.(sule)

Banjir melanda Sukabumi.(sule)

SUKABUMI – Berbagai bencana “mengepung” sedikitnya lima kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mulai longsor, banjir hingga kebakaran di waktu hampir bersamaan .

Berdasar data,  Tim Reaksi Cepat Penanggulanan Bencana (TRC-PB) BPBD, Senin (14/1/2019) mencatat berbagai bencana itu terjadi pada Minggu (13/1/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Di Kecamatan Nagrak Desa Nagrak Utara terdapat 10 titik longsor mengakibatkan kerusakan jalan,  gang terputus dan areal pesawahan rusak.

Di Desa Kapalarea   7 titik longsor kerusakan jalan gang terputus, Desa Nagrak Selatan berupa banjir dipicu luapan air sungai dan merendam beberapa rumah warga, di Desa Pawenang ada 2 titik longsor memicu kerusakan saluran air tersendat.

banjir1

Lalu di Kecamatan Cibadak di Desa Pamuruyan terjadi kebakaran rumah tepatnya di Kampung Ongkrak diduga  akibat arus pendek listrik.

Di Kelurahan Cibadak Sungai Citatih meluap  hingga jembatan antar RW nyaris terputus dan banjir merendam  jalan nasional akibat saluran air tersumbat. Kemudian di Desa Batununggal banjir merendam 5 rumah setinggi lutut orang dewasa, di Desa Desa Karangtengah juga dilanda banjir namun laporannya baru visual.

Di Kecamatan Cisaat tercatat satu titik longsor di Desa Sukasirna, di Desa Cibatu aliran Selokan Cikupa meluap menerjang 4 RT,   Desa Nagrak Banjir terdampak satu RT, di Desa 20 Desa Kutasirna ada jembatan penghubung antar RT terputus dilanda banjir, Desa Selajambe ada wilayah RT terdampak banjir, Desa Sukasari ada banjir terdampak satu RT dan saluran air jebol.

Kemudian Kecamatan Caringin di Desa Mekarjaya longsor,  mengakibatkan sebagian rumah hancur, di Desa Seuseupan longsor merusak bagian teras dan pagar rumah, banjir juga melanda Desa Cijengkol.

Terakhir, di Kecamatan Cicantayan, tanah longsor menimpa rumah, sehingga bagian depan dan sampingnya rusak.

Kasi Kedaruratan BPBD, Eka Widiaman  menjelaskan kerusakan rumah pada umumnya pada bagian dinding  akibat tertimpa longsor.

“Tidak ada korban jiwa.  Kerugian materi secara keseluruhan belum bisa diperkirakan,” ungkap Eka. (sule/tri)