Thursday, 22 August 2019

Tempat Pembuangan Sampah Bantargebang Bakal Ditutup

Rabu, 16 Januari 2019 — 0:49 WIB
TPST Bantargebang Bekasi. (ist)

TPST Bantargebang Bekasi. (ist)

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta bakal menutup Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, pada tahun 2021. Sebab, pada tahun itu, volume sampah di lokasi tersebut sudah tidak dapat lagi ditampung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Isnawa Adji mengungkapkan, dengan luas kurang lebih 108 hektar, kapasitas Bantargebang hanya mampu menampung sampah sekitar 49 juta ton. Sedangkan saat ini volume sampah telah mencapai 39 juta ton.

“Dalam tiga tahun diprediksi sampah di TPST Bantargebang akan bertambah 10 juta ton. Artinya telah mencapai batas kapasitas. Dan disaat itulah kita tutup,” ucap Isnawa di TPST Bantargebang, Bekasi, Selasa (15/1).

Lokasi tersebut nantinya hanya akan dijadikan sebagai tempat penelitian dan kegiatan pengembangan lingkungan.
Berdasarkan prediksi tersebut, kata Isnawa, pembangunan empat pengelolaan sampah dalam kota atau Intermediate Treatment Facility (ITF) harus dituntaskan.

“Kami tengah membangun ITF Sunter untuk mengantisipasinya. Termasuk di tiga lokasi lainnya yakni di Duri Kosambi, Marunda dan Cakung,” tandasnya.

Menurut Isnawa, ITF Sunter sendiri ditargetkan tuntas dalam tiga tahun ke depan.

Sekadar diketahui volume sampah yang diproduksi warga Jakarta yang dibuang ke TPST Bantargebang saat ini mencapai 7.400 ton/ hari. Untuk menjaga kebersihan kota Jakarta, setahunnya menghabiskan dana lebih dari Rp1 triliun.

Sementara itu, M Taufik, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, mengatakan pemprov harus segera mewujudkan ITF lainnya. “Jangan sampai Jakarta darurat sampah, ” tegasnya. (john)