Saturday, 17 August 2019

Turap Ambles di Lebak Bulus Akhirnya Diperbaiki

Rabu, 16 Januari 2019 — 1:15 WIB
Petugas sedang melakukan pemasangan cerucut di lokasi tanggul jebol Jati Padang, Pasar Minggu (wandi)

Petugas sedang melakukan pemasangan cerucut di lokasi tanggul jebol Jati Padang, Pasar Minggu (wandi)

JAKARTA– Turap di Kavling DPRD, Kelurahan Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan yang ambles akhirnya selesai dibangun. Diharapkan dengan cara ini kedepan air dapat mengalir ke muara tanpa hambatan.

Kepala Sudin Sumber Daya Alam Jakarta Selatan Holi Susanto, mengungkapkan, turap yang longsor pada 4 Desember 2018 lalu itu telah rampung dikerjakan oleh Satgas SDA.

Menurutnya, pembangunan ini dipercepat karena dikhawatirkan saat hujan deras nanti akan menimbulkan banjir terutama di Kavling DPRD RW 04 Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan

“Dalam pembangunan turap ini memakan waktu lebih kurang selama satu bulan lamanya. Dalam proses pengerjaan pembangunan turap cukup terhambat lantaran terkendala medan longsoran yang curam,”terang Holi Santoso, Selasa (15/1).

Diungkapkan oleh Kasudin, longsor turap ini sebenarnya terjadi di RT 10/RW 02 yang merupakan berbatasan dengan RW 04 Kelurahan Lebak Bulus itu. Namun, jika tidak segera diambil tidakan untuk di perbaiki nantinya jika hujan deras dipastikan air akan naik dan menggenangi pemukiman warga di kedua RT tersebut.

Turap itu sendiri memiliki ketinggian kurang lebih lima meter dengan lebar 1,5 meter. Makanya dalam proses pembangunan sangat hati-hati karena sewaktu-waktu dapat longsong lagi mengingat saat ini sedang musim penghujan.

“Turap sudah selesai dibangun secara permanen dengan turap batu kali dan perkuatan tebing di sisi saluran agar kejadian longsor tidak terulang kembali,” tandasnya.

Sementara itu terkait tanggul jebol di Kali Pulo di RT 004/RW 06 Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu yang merendam ratusan rumah penduduk saat ini -pihaknya sudah melakukan perbaikan. Kedepan di lokasi ini akan dibuat tanggul secara permanen.

“Untuk sementara menggunakan cerucuk kayu dolken dan karung pasir sesaat setelah kejadian. Nantinya tanggul ini akan dibuat dengan konstruksi permanen dari batu kali, semen dan pasir serta besi agar kokoh. Kita targetkan bisa selesai dalam 10 hari ke depan,” kata Holi Santoso.

Dalam pengerjaan tanggul tersebut, sambung Holi, pihaknya mengerahkan sebanyak 15 personel satuan tugas (satgas) dari Satpel SDA Kecamatan Pasar Minggu. Dalam pembangunan tanggul akan memiliki lebar pondasi bawah 80 sentimeter dengan tinggi beton dua meter dan lebar atas enam meter. (wandi/b)