Sunday, 21 April 2019

Modus Baru, Sabu Cair Diselundupkan Gunakan Handuk dan Kaos

Jumat, 18 Januari 2019 — 19:10 WIB
Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Erwin Situmorang dan 
Kanit 4 Subdit 1 Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri AKBP Dodi Suryadin 
menunjukkan kaos yang mengandung sabu cair

Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Erwin Situmorang dan Kanit 4 Subdit 1 Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri AKBP Dodi Suryadin menunjukkan kaos yang mengandung sabu cair

TANGERANG – Seorang pria WN Nigeria ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten karena menyelundupkan 8 kilogram sabu cair.

Modus yang dilakukan Samuel Machdo Nhavene (39) cukup unik, ia mencelupkan sabu cair ke kaos dan handuk yang dibawanya.

“Jadi sabu itu dicairkan, lalu dicelupkan handuk dan pakaian, kemudian dikeringkan dan dimasukan ke dalam plastik. Seolah-olah pakaian baru. Pakaian itu akan dia peras kembali setelah sampai di Indonesia,” kata Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Erwin Situmorang, Jumat (18/1/2019).

Erwin menjelaskan, Samuel Machdo Nhavene diamankan anak buahnya usai menumpang pesawat Qatar Airline tujuan Doha – Jakarta. Bermula saat petugas mencurigai tas koper yang dibawa pria berkulit hitam tersebut.

“Petugas mencurigai isi tas itu dan mendapati barang berupa handuk, kaos dalam, kaos polo, dan kemeja, yang dibungkus plastik. Pakaian itu kaku serta mengeras, warnanya pun sedikit berbeda, kekuningan,” ungkap Erwin.

Saat dilakukan uji identifikasi awal dengan alat pendeteksi narkotika, didapati bahwa pakaian itu positif mengandung sabu jenis methamphetamine. Pihaknya, lanjut Erwin, kemudian berkordinasi dengan Mabes Polri guna penyelidikan lebih lanjut.

“Ini unik karena mereka melakukan penyembunyian sabu dalam kaus. Sabu itu dicairkan lalu diresapi di kaus dan kemeja. Tapi kita pernah mendapati kasus serupa, jadi berhasil kita bongkar kembali,” terang Erwin.

Kanit 4 Subdit 1 Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri AKBP Dodi Suryadin mengatakan, berdasarkan keterangan Samuel Machdo Nhavene diketahui bahwa dirinya merupakan kurir narkoba.

Sebelum ditangkap, Samuel Machdo Nhavene mengaku sudah dua kali mengirim barang haram ke Indonesia. Setiap kali pengiriman, pria berkulit hitam ini diberi upah 3.000 dollar Amerika.

“Rencananya barang itu diserahkan ke seseorang. Kita masih selidiki,” katanya. (Imam/b)