Sunday, 25 August 2019

Rumah Dekat GAK, Warga Pulau Sebuku Mengungsi di Malam Hari

Jumat, 18 Januari 2019 — 20:37 WIB
Kapolres Lampung Selatan, AKBP. M. Syarhan bersama aparat desa dan tokoh agama di Pulau Sebesi.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP. M. Syarhan bersama aparat desa dan tokoh agama di Pulau Sebesi.

LAMPUNG – Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan menyeberangi Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku pada Jum’at (18/01/2019) pukul 16.00 WIB. Ia meninjau kondisi masyarakat di dua pulau tersebut dengan membawa bantuan kebutuhan pangan pasca tsunami.

Ia menilai warga di Pulau Sebesi sudah beraktivitas seperti biasa. Sektor perekonomian di Pulau Sebesi – Kalianda melalui akses jalur laut juga sudah berjalan normal. Kegiatan melalui dermaga Pulau Sebesi – dermaga Bom karena dermaga Canti yang selama ini digunakan hancur dihantam tsunami. Selain itu, sektor pendidikan juga sudah berjalan normal.

Masyarakat di Dusin 3 dan 4 yang kondisi tempat tinggalnya berada di pinggir pulau saat ini masih mengungsi. Sebanyak 27 keluarga atau 97 orang ada di Wisma atlet Way Handak Kalianda. “Petugas jaga atau ronda warga untuk memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau (GAK) di malam hari masih berjalan,” katanya.

Adapun untuk Pulau Sebuku, kegiatan masyarakat sudah kembali normal. tempat tinggal yang berada di pinggir pantai membuat mereka terus mengikuti petunjuk BMKG terkait jarak aman 500 meter dari bibir pantai. Karenanya, pasca sholat Magrib dan Isya masyarakat mengungsi di tenda pengungsian. Ada 28 tenda dengan jarak 600 meter dari titik aman. Pad apagi hari, mereka kembali ke rumah masing-masing.

“Upaya kita terus lakukan dengan memperhatikan para pengungsi yang sudah kembali ke Pulau Sebeai dan Pulau Sebuku yang lokasinya dekat dengan Gunung Anak Krakatau. Ketika malam mereka naik ke gunung ke tenda pengungsian dan warga secara bergantian melakukan ronda melihat kondisi air laut,” ungkap Kapolres. (koesma/yp)