Saturday, 23 February 2019

Yusril: Jelang Debat, Jokowi Putuskan Pembebasan Abubakar Baasyir

Jumat, 18 Januari 2019 — 20:00 WIB
Yusril Ihza Mahenda saat menjenguk Abu Bakar Ba'asyir (Facebook/Yusril Ihza Mahendra)

Yusril Ihza Mahenda saat menjenguk Abu Bakar Ba'asyir (Facebook/Yusril Ihza Mahendra)

JAKARTA – Presiden Jokowi memutuskan untuk membebaskan Ustadz Abubakar Baayir yang sejauh ini ditahan di LP Teroris di Gunung Sindur Bogor. Menurut penasihat hukum Jokowi-Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra, pengambilan keputusan itu dilakukan Jokowi, sehari sebelum Debat Capres kemarin

Yusril sebelumnya ditugaskan Jokowi berbicara dengan Ustadz Baasyir. Hal itu terungkap dalam satu tulisan di akun Facebook Yusril yang diunggah, Jumat (18/1/2019) siang. Pertemuan Yusril dengan Jokowi dilakukan khusus untuk membicarakan soal pembebasan Abu Bakar Baasyir.

“Bertemu di Djakarta Teater, Pak Jokowi bilang ya kalau gitu kita permudahlah syarat pembebasan beliau,” kata Yusril. Mantan Menkumham ini mengaku sudah mempelajari kasus Abu Bakar Baasyir sejak lama. Sampai pada kesimpulan, sebenarnya Abu Bakar Baasyir sudah mempunyai syarat untuk bebas.

Oleh karena itu, Yusril pun berani memberikan saran ke Jokowi untuk mengambil keputusan itu. Kebetulan, Yusril pun saat ini mempunyai kedekatan dengan lingkungan Jokowi sebagai penasihat hukum TKN Jokowi – Maruf Amin.

“Posisi saya sebagai posisi penasehat hukum calon presiden, saya sampaikan saja. Alhamdullilah beliau percaya,” cerita Yusril.

Sementara itu, Presiden Jokowi menegaskan, dirinya mengizinkan pembebasan terhadap terpidana kasus terorisme Ustaz Abu Bakar Ba’asyir. Pertimbagnannya sebgai berikut.

“Faktor kemanusiaan. Artinya, beliau sudah sepuh. Ya faktor kemanusiaan. Termasuk kondisi kesehatan,” kata Jokowi di Pondok Pesantren Darul Arqam, Jl Ciledug, Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1/2019).

Menurut Jokowi,  keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan yang panjang. Termasuk mempertimbangkan sisi keamanan dan kesehatan Abu Bakar Ba’asyir.

Presiden menegaskan pertimbangan itu dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menko Polhukam Wiranto, dan pakar hukum Yusril Ihza Mahendra.

Pembahasan mengenai pembebasan Abu Bakar Ba’asyir tersebut sudah dilakukan sejak awal 2018. “Ini pertimbangan yang panjang, pertimbangan sisi keamanan dengan Kapolri, pakar, dan terakhir dengan Pak Yusril,” katanya.

Walau begitu,  Jokowi menegaskan pembebasan Abu Bakar Ba’asyir akan dilakukan pihak kepolisian. “Prosesnya nanti dengan Kapolri. Detailnya tanya ke Kapolri. Intinya, pertimbangan faktor kemanusiaan dan berkaitan dengan kesehatan,” tandas Jokowi. (win)