Sunday, 17 February 2019

Suci Nabila, Bayi Berusia Enam Bulan Derita Hidrocefalus Butuh Bantuan Dermawan

Jumat, 25 Januari 2019 — 13:21 WIB
Sejumlah warga termasuk Tokoh Masyarakat Kecamatan Patrol H. Bambang Hermanto menjenguk ke kediaman Suci Nabila, penderita penyakit Hindrosefalus. (taryani)

Sejumlah warga termasuk Tokoh Masyarakat Kecamatan Patrol H. Bambang Hermanto menjenguk ke kediaman Suci Nabila, penderita penyakit Hindrosefalus. (taryani)

INDRAMAYU – Seorang bayi berusia 6 bulan,  Suci Nabila terkena penyakit Hidrocefalus, atau kondisi ukuran kepala yang membesar secara tidak normal karena adanya penumpukan cairan di dalam rongga vertical otak.

Bayi ini terlahir dari pasangan suami – istri Tarnoto dan Marsana salah seorang keluarga tidak mampu  warga Desa Mekarsari Blok Pilangsari RT.03/RW.01, Kecamatan Patrol, Indramayu, Jawa Barat.

Melihat kondisi kesehatan bayi yang cukup memprihatinkan ini mengundang keprihatinan warga, termasuk Tokoh Masyarakat H.Bambang Hermanto, warga Kecamatan Patrol yang datang menjenguk Suci Nabilah di kediaman neneknya.

Beberapa warga lainnya juga datang menjenguk ke keluarga  bayi yang saat ini tengah membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.

Menurut Tarnoto, upaya yang dilakukan terhadap anaknya yang lahir dalam keadaan menderita kelainan fisik itu  adalah berupaya berobat ke rumah sakit.

“Mengingat kondisi ekonomi saya dari keluarga tidak mampu, saya  memanfaatkan fasilitas Kartu BPJS yang dibuatkan  Pemerintahan Desa Mekarsari untuk berobat,” ujarnya.

Dikatakan, Suci Nabila saat ini sedang menjalani pengobatan rutin. Kata dokter Suci Nabila masih belum cukup umur untuk dilakukan operasi. Karena itu harus menunggu beberapa waktu lagi,  agar Suci Nabila cukup umur dilakukan operasi.

Kepala Desa Mekarsari, Cato melalui Sekretaris Desa,  Ato Pujianto dihubungi, Jum’at (25/1/19) mengemukakan,  Suci Nabilah  yang saat ini menderita penyakit Hidrocefalus merupakan bayi dari keluarga tidak mampu.

“Kami selaku Kepala Desa  Mekarsari telah berupaya membantu  fasilitas pengobatan gratis dari pemerintah melalui  pembuatan Kartu BPJS untuk pengobatan Suci Nabila ke rumah sakit.

“Berkat Kartu BPJS itu Suci Nabila sekarang sudah menjalani pengobatan rutin. Sesuai petunjuk dokter yang menangani,  seharusnya pasien Suci Nabila menjalani operasi. Akan tetapi mengingat faktor usia Suci Nabila yang belum memungkinkan, dokter belum berani  melakukan operasi, ujarnya. (taryani/tri)