Wednesday, 24 April 2019

Tahun Politik = Tahun Menggelitik

Sabtu, 26 Januari 2019 — 6:16 WIB
tahun politik

Oleh S Saiful Rahim

TIDAK seperti biasanya, setelah mengucap “assalamu alaykum” Dul Karung tertawa dengan suara yang keras dan panjang seperti bunyi serine mobil pemadam kebakaran.

“Apa-apaan sih kau, Dul? Tertawa seperti orang yang akan mati besok saja!” bentak orang yang duduk dekat pintu masuk seraya bergeser memberi tempat Dul Karung duduk.

“Memang pernah ada orang yang besok akan mati, hari ini terbahak-bahak seperti orang gila?” tanggap orang yang duduk di ujung kiri bangku panjang.

Cep klakep! Sekejap suasana jadi senyap. Tak ada lagi tawa atau kata.

“Sebenarnya apa sih yang membuat kau tertawa demikian hebat itu, Dul?” tanya orang yang duduk di ujung kanan bangku panjang.

Bukan langsung menjawab, Dul Karung mengulurkan tangan dan mencomot sepotong singkong goreng yang masing kebul-kebul.

“Sejak ujung tahun yang lalu sampai awal tahun ini kita seringkali mendengar peringatan. Isinya meminta agar tahun ini, yang dinamakan “Tahun Politik,” hendaknya kita semua menjaga keamanan dan ketertiban di sepanjang tahun.  Jangan sampai terjadi hal-hal yang mengganggu keamanan dan kehidmatan. Karena akan ada, atau akan dilangsungkan peristiwa besar yang belum pernah terjadi di negeri kita ini, yaitu pemilihan umum serentak. Tetapi tampaknya yang disebut “Tahun Politik” hanya semacam tahun menggelitik saja,” sambung Dul Karung membuat beberapa orang yang sedang asyik mengunyah makanan atau mereguk minuman jadi tersedak.

“Gila kau Dul! “Tahun Politik” kau sebut tahun menggelitik. Wah! Kalau itu kau ucapkan pada tahun-tahun yang lampau, bisa gawat! Kalau kau ucapkan di masa “Orde Lama” kau akan dicap “kontrev” atau “kontra revolusioner.” Kalau kau ucapkan pada masa “Orde Baru” kau akan disebut “kekiri-kirian” atau antek komunis. Dan entah apalagi, aku lupalah!” kata salah satu orang yang tersedak minuman saat  mendengar ucapan Dul Karung.

“Iyalah! Bagaimana tak aku sebut tahun paling menggelitik. Sebab pada tahun yang baru kita jalani beberapa hari ini sering ada omongan menggelitik. Apalagi bila yang dibicarakan itu masalah politik. Bayangkan ada tokoh yang kalibernya setaraf ulama, intelektual, politisi, dan lain-lain, tiba-tiba berkata telah melihat isyarat dari langit siapa yang akan terpilih menjadi presiden di Pemilu nanti. Apa itu tidak menggelitik?” kata Dul Karung seraya pergi,***