Saturday, 17 August 2019

Penjualan Turun, iPhone ‘Bisa Turun Harga’

Rabu, 30 Januari 2019 — 16:51 WIB
iPhone

AMERIKA- Bos Apple, Tim Cook memberi isyarat bahwa perusahaan teknologi tersebut bisa menurunkan harga iPhone di beberapa tempat dalam upaya meningkatkan penjualan yang sedang turun.

Pendapatan dari iPhone, yang menyumbang paling banyak pada keuntungan perusahaan, turun 15% dalam kuartal finansial terakhir.

Secara keseluruhan keuntungan Apple turun 5% dari tahun lalu, sampai sekitar $84,3 miliar (Rp1.190 triliun).

Perlambatan ini sudah diperkirakan setelah raksasa teknologi itu memperingatkan investorawal bulan ini bahwa pendapatan akan sekitar $84 miliar, lebih rendah dari perkiraan.

Perusahaan menyebut perlambatan ekonomi di Cina sebagai bagian dari penyebabnya.

Namun CEO Tim Cook mengatakan pelanggan juga kesulitan dengan harga tinggi yang ditetapkan perusahaan pada produk-produknya.

Ia mengatakan bahwa dolar yang kuat, yang membuat produknya lebih mahal dibandingkan produk lainnya, telah mencederai penjualannya di pasar yang berkembang.

Cook mengatakan Apple pada bulan ini telah mulai mengubah harga ponsel-ponselnya untuk melindungi pelanggan dari dampak fluktuasi mata uang.

“Apa yang kami lakukan pada Januari di beberapa lokasi dan bagi beberapa produk pada dasarnya adalah menyerap sebagian atau semua kenaikan mata uang asing dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Namun demikian, eksekutif Apple telah berkata bahwa mereka memperkirakan tantangan ini akan berlanjut.

Apple memprediksi pendapatan tiga bulan sampai 31 Maret sebesar $55 miliar – $59 miliar — menunjukkan penurunan sedikitnya 3,4% dari tahun-ke-tahun.

“Lingkungan makroekonomi, khususnya di pasar berkembang, akan terus ada,” kata Luca Maestri, direktur finansial Apple.

Masalah yang dihadapi Apple tidaklah unik. Pengiriman global smart phone berkurang 5% pada 2018, menurut Canalys, sebuah perusahaan analis pasar.

Namun harga saham Apple telah turun sekitar sepertiganya sejak Oktober, di tengah kekhawatiran investor bahwa selera pelanggan akan iPhone melemah.

Kekhawatiran itu semakin besar setelah perusahaan mengatakan akan berhenti melaporkan jumlah iPhone, iPad, dan Mac yang dijual setiap kuartal.

Bagaimanapun, saham Apple naik lebih dari 4% dalam perdagangan setelah pasar tutup pada hari Selasa, yang menunjukkan bahwa perusahaan lebih kuat dari perkiraan.

Pendapatan penjualan kuartal anjlok lebih dari 25% di kawasan Cina Raya, yang meliputi Hong Kong dan Taiwan, dibandingkan tahun sebelumnya.

Tingkat penjualan juga melambat 3% tahun-ke-tahun di Eropa.

Tapi di benua Amerika – kawasan terbesar bagi Apple – tingkat penjualan naik hampir 5%.

Pendapatan dari bisnis layanan juga melonjak 19% mencapai angka rekor $10,9 miliar pada kuartal tersebut, yang berakhir pada 31 Desember. (BBC)