Wednesday, 21 August 2019

Lemkapi : Kita Kehilangan Mantan Kapolri yang Banyak Gagasan

Jumat, 1 Februari 2019 — 9:56 WIB
Jenazah Awaloedin Djamin, mantan Kapolri tahun 1978 – 1982 di rumah duka (cw2)

Jenazah Awaloedin Djamin, mantan Kapolri tahun 1978 – 1982 di rumah duka (cw2)

JAKARTA – Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menyampaikan duka cita yang dalam atas berpulangnya mantan Kapolri Prof. Awaloedin Djamin.

“Kita kehilangan  mantan Kapolri yang banyak gagasan.  Awaloedin dikenal sebagai penggagas lahirnya satpam dan kegiatan siskamling di pemukiman,” ungkap direktur Eksekutif Lemkapi Dr. Edi Hasibuan MH di Jakarta, Jumat (1/2/2019) .

Menurut  mantan anggota Kompolnas ini dalam catatan Lemkapi,  Awaloedin menjabat Kapolri tahun 1978 -1982. Awaloedin dikenal seorang Kapolri yang memiliki banyak gagasan dalam pengembangan Polri dan penggagas Pam Swakarsa alias siskamling .  Dia juga seorang akademisi dalam kampus yang akhirnya berhasil menjadi guru besar.

Doktor ilmu hukum ini menambahkan,  walau sudah lebih dari 30 tahun pensiun,  pemikirannya tetap dibutuhkan oleh Polri sampai akhir hayatnya. Terakhir Awaloedin menjabat sebagai ketua penasihat ahli Kapolri.

 Makin Dipercaya

Edi Hasibuan menambahkan,  ide ide dan pengabdian Awaloedin terhadap Polri tidak pernah berhenti.  Awaloedin tetap peduli agar Polri makin baik dan dicintai masyrakat.

Awaloedin semasa hidup, dalam berbagai kesempatan mengaku sangat  bangga dengan capaian Polri  yang saat ini dijabat Kapolri Tito Karnavian yang notabene adalah muridnya sendiri.

Kunci keberhasilan Polri, kata Awaloedin,   adalah karena kinerjanya semakin dipercaya dan banyak diapresiasi masyrakat.  Ia meminta polri tingkatkan kinerja dan profesionalisme dan moderenisasi dalam pelayanan kepada masyrakat.

Kalau sudah berhasil dengan dua bidang itu,  Polri akan semakin dipercaya masyrakat seperti saat ini. “Selamat jalan Pak Awaloedin. Kami bangga dengan pengabdianmu,” kata Edi Hasibuan. (tiyo/tri)