Thursday, 25 April 2019

Heboh Soal Siapa yang Gaji PNS

Sabtu, 2 Februari 2019 — 5:23 WIB

APARATUR Sipil Negara ( ASN) lebih dikenal dengan sebutan Pegawai Negeri Sipil ( PNS) adalah aparatur pemerintah atau pegawai pemerintahan. Mereka adalah abdi negara yang tentu saja digaji oleh negara.

Kalau ditanyakan yang gaji mereka siapa? Jawabnya tentu yang memberikan gaji adalah pemerintah melalui instansi/institusi/lembaga/badan di mana mereka bekerja. Semua orang sudah tahu.

Pertanyaan ini sebenarnya hal yang biasa, wajar – wajar saja, menjadi tidak wajar karena tidak tepat momennya. Apalagi menjelang hajatan pilpres. Isu yang biasa saja menjadi luar biasa.

Itu pula yang menjadi polemik menyusul pernyataan Menkominfo Rudiantara soal “ Yang gaji kamu siapa” kepada pegawainya di acara Kominfo Next yang berlangsung di Hall Basket Senayan, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Dari informasi yang sudah terpublis, pernyataan saat Rudiantara meminta pegawainya memilih satu di antara dua desain stiker. Melalui voting sorakan terdengar lebih banyak yang memilih desain nomor 2 yang berwarna putih.

Seorang pegawai yang memilih desain nomor 2 lalu ditanya alasannya.. Pegawai itu lalu memberi jawaban yang mengarah ke Pilpres. Padahal, sebelumnya Rudiantara sudah menegaskan hal itu tidak terkait dengan Pilpres. Saat pegawainya itu kembali ke tempat, terlontarlah pertanyaan dari Rudiantara ‘yang gaji kamu siapa’.

Akibatnya jagat media sosial kemarin diramaikan dengan tagar #YangGajiKamuSiapa, khususnya di Twitter.

Kami sepakat masalah ini tidak perlu diperpanjang. Pernyataan tersebut tak perlu dipolitisasi. Tetapi fakta sulit dicegah. Isu gaji sepertinya terus bergulir dalam beberapa hari ke depan.

Terkait gaji sudah dijelaskan bahwa gaji PNS diambilkan dari dana APBN. Semengtara sumber APBN, satu di antaranya dari pajak. Sedangkan pajak dipungut dari rakyat. Artinya sebagian gaji PNS berasal dari uang rakyat.

Makin besar pengeluaran untuk gaji PNS, semakin besar andil rakyat untuk biayai gaji PNS.

Seperti diketahui total pengeluaran negara untuk gaji PNS sebesar Rp495 triliun per tahun dengan rincian tingkat pusat sebesar Rp 210 triliun. Gaji PNS di provinsi, kota dan kabupaten sebesar Rp 285 triliun.

Jumlah ini akan membengkak mengingat ada rencana kenaikan gaji PNS sebesar 5 persen untuk tahun ini, yang akan dibayar rapel sekitar bulan Maret atau April karena masih menunggu peraturan pemerintah untuk pencairannya.

Terkait kenaikan gaji ini yang berarti adanya penambahan belanja, hendaknya diimbangi perbaikan kinerja PNS. Ada perbaikan kualitas pengabdian sebagai abdi negara dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, mengingat gaji mereka sebagian diambilkan dari uang rakyat yang dibayarkan melalui pajak. (*).