Saturday, 17 August 2019

Emak-Emak Demen Brondong Pamitan Nyapu Malah Kelon

Minggu, 3 Februari 2019 — 20:12 WIB
bacok

ANEH betul kelakuan Busiri, 23, dari Bangkalan (Madura) ini. Masih banyak gadis di lingkungannya, eh….kok mau dijadikan “brondong” emak-emak usia 40-an. Agaknya Ny. Sarkonah, 40, memang perempuan gatelan. Pagi-pagi pamitan nyapu, ternyata malah kelon sama Busiri. Tentu saja suaminya ngamuk!

Pertengahan Januari lalu masuk jagung impor 30.000 ton. Apakah jagung-jagung luar negri itu sebagian mau dijadikan berondong? Jelas bukan untuk itu, sebab di dalam negeri stok berondong tak pernah terganggu, apa lagi yang pakai tanda petik. Kaum emak-emak banyak yang demen “berondong”, gara-gara suami mereka sudah tidak lagi rosa-rosa macam Mbah Marijan.

Ny. Sarkonah warga Desa Parseh Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, memang masih sangat energik dalam usia kepala empat. Sayangnya suami tak mampu mengimbangi gairah istrinya. Bahrudin, 43, cepat KO, durasinya mirip iklan di TV, cepat sekali. Tentu saja Sarkonah kecewa, tapi dia tak tega untuk mengatakannya, sehingga hanya dipendam di lembah hatinya yang paling dalam.

Untuk  memenuhi hasratnya yang menggantung, diam-diam Sarkonah  mencari kepuasan lewat jalur independen. Ketemulah dengan Busiri, anak muda tetangga yang ibarat ayam jago baru keluar sedikit tajinya. Tapi biar masih lholak-lholok (belum pengalaman), tapi pendelannya benar-benar mantul. Orang menyebutnya berondong, meski tak digoreng pakai mentega.

Sebagai berondong Busiri memang gurih sekali, bisa dinikmati kapan saja. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu. Pagi-pagi di kala suami masih mlungker di kamar, Sarkonah pamitan hendak menyapu halaman. Sebagaimana lazimnya rumah di kampung, halaman rumahnya memang luas sekali, ditanami aneka macam pohon buah.

Kala itu Bahrudin hanya menjawab sambil menggeliat. Tapi setengah jam kemudian, Bahrudin menjadi curiga. Katanya nyapu tapi kok tak terdengar suara gerakan sapu lidi? Dia segera bangun dari tidurnya dan mencari istri ke halaman. Ternyata kosong. Dia lalu melangkah keluar halaman, eh…..terdengar sayup-sayup desahan perempuan. Bahrudin segera mengejar arah suara tersebut.

Ternyata asal suara dari rumah tetangga. Begitu diintip, jabang bayik……di dalam nampak Sarkonah istrinya sedang berhubungan intim dengan Busiri anak muda tetangga. Pintu didobrak, dan buyarlah koalisi nafsu emak-emak lawan brondong tersebit. Karena tak ada pintu lain, Busiri nekad menerjang Bahrudin yang berdiri depan pintu. Rupanya dia sudah siap dengan pisau. Tak ayal lagi, pisau itu langsung mendarat di perut Busiri mak jleb…….

Bagaikan Aryo Penangsang dari Jipang Panolan, usus Busiri pun terburai. Gegerlah warga. Penduduk memisah keduanya. Sementara Busiri dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, Bahrudin diserahkan ke polisi.

Itu Busiri punya karti BPJS Kesehatan nggak, nanti ditolak kan kasihan. (BP.Com/Gunarso TS)