Monday, 19 August 2019

Paus Fransiskus Akui Ada Biarawati yang Menjadi Korban Perbudakan Seks oleh Pastor

Rabu, 6 Februari 2019 — 9:25 WIB
Paus Fransiskus. (reuters)

Paus Fransiskus. (reuters)

ABU DHABI – Pimpinan tertinggi Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus mengakui adanya kasus-kasus pelecehan seksual yang dilakukan pastor-pastor terhadap sejumlah biarawati.

Paus bahkan mengaku, dalam satu kasus ada sejumlah beberapa biarawati yang  dijadikan budak seks.

Pernyataan Paus Fransiskus mengemuka dalam kunjungannya ke Timur Tengah. Ini untuk pertama kalinya pemimpin Gereja Katolik Roma mengakui pelecehan seksual yang dilakukan pastor terhadap biarawati.

Menurutnya, pihak gereja mengetahui kasus-kasus ini dan tengah “berupaya mengatasinya”.

“Ini adalah jalur yang kami sedang tempuh,” ujarnya.

“Paus Benediktus punya keberanian untuk membubarkan ordo kesusteran yang pada tahap tertentu, karena perbudakan perempuan terjadi di situ. Peristiwa tersebut tergolong perbudakan, bahkan hingga perbudakan seks yang dilakukan pastor atau pendirinya,” kata Paus Fransiskus merujuk pendahulunya.

Pria kelahiran Argentina itu mengatakan masalah tersebut masih terjadi, tapi utamanya di jemaat tertentu, khususnya yang baru-baru dan lebih banyak di wilayah tertentu ketimbang wilayah lainnya.

Bulan lalu, organisasi kesusteran dunia yang bernaung di bawah Gereja Katolik mengecam “budaya bungkam dan kerahasiaan” yang mencegah mereka berbicara lantang.

Kemudian, beberapa hari lalu, majalah perempuan Vatikan, Women Church World mengecam pelecehan itu  yang dalam sejumlah kasus membuat biarawati-biarawati terpaksa mengaborsi janin hasil hubungan dengan pastor. Padahal tindakan aborsi dilarang Gereja Katolik.

Majalah itu juga menyebut bahwa gerakan #MeToo memungkinkan lebih banyak perempuan bersuara menceritakan kisah mereka.(tri)