Wednesday, 24 April 2019

Suami Merantau ke Kaltim Mertoku Jadi “Otsorching”

Rabu, 6 Februari 2019 — 7:15 WIB
pagar makan tanaman

INI kisah mertoku tidak amanah. Dititipi anak menantu, yang sekel nan cemekel, mata Domingus, 55, jadi jelalatan. Meriana, 24, karena kesepian suami merantau di Kaltim, melayani juga. Tapi begitu hamil, Meriana bingung sendiri. Saat bayi itu lahir, langsung dibuang, terbongkarlah skandal mertua “otsorching” itu.

Mertua sayang cucu, itu sudah jamak, di mana-mana begitu. Tapi mertua sayang anak menantu, juga banyak sepanjang urusan yang logis-logis saja. Tapi ada juga lho mertua lelaki yang kebutuhan biologisnya minta dilayani menantu. Tentu ini gara-gara nikmat iman dikalahkan oleh nikmat seks. Ujung-ujungnya, si mertua menganggap “si imin” jadi panglima.

Kisah memalukan di  Rahong Utara, Kabupaten Manggarai (NTT) itu bermula dari kepergian Beding, 25, merantau ke Kaltim untuk mencari kerja. Padahal dia masih tergolong pengantin baru, karena menikah dengan Meriana baru setahun lalu. Sebetulnnya Beding juga tidak tega meninggalkan istrinya, tapi apa mungkin orang hidup hanya cinta-cintaan melulu tanpa punya pekerjaan tetap?

Si ayah, Domingus, tahu kegalauan anak lelakinya. Maka dia bilang, “Jangan  cemaskan istrimu, biar bapak yang ngerawat. Pokoknya tiap bulan kamu harus kirim uang.” Legalah Beding, sehingga dia berangkat ke Balikpapan dengan senang hati, karena bapak siap menjaga anak menantunya. Meriana sendiri juga tak keberatan, itung-itung dia melayani mertuanya juga yang memang sudah menduda.

Beding pun  di Kaltim sudah dapat pekerjaan dan secara rutin dia kirim uang ke kampung halaman. Rindu akan istri atau sebaliknya, bisa diatasi lewat WA dan video call. Tapi itu semua kan hanya fiksi, bukan realitas. Padahal keutuhan rumahtangga  tak cukup dibangun dengan fiksi, tapi harus pula ada realitas di atas kanvas. Bahasa gamblangnya, baik Beding maupun Meriana sama-sama kesepian.

Dalam pada itu, Domingus yang terhitung masih muda dan enerjik, juga mengalami kesepian yang sama, karena belum ketemu istri pengganti. Gara-gara itu, melihat Meriana sang menantu, makin lama kok jadi semakin cakep saja. Bodinya itu lho, benar-benar sekel nan cemekel.

Setan jeli sekali melihat moment seperti ini. Dia membisiki Domingus, bilamana memang tertarik pada anak menantu, dalam perspetif setan itu bolah-boleh saja, bahkan dianjurkan. Hidup hanya sekali, kenapa peluang emas disia-siakan. “Kalau mau, gue juga siap jadi Timses Anda, namanya Badan Pemenangan Syahwat. Kita bisa teken MOU, Bleh…..”, kata setan.

Sejak dapat endors dari setan, Domingus makin mantep menuju “coblosan” 2018. Secara pelan tapi pasti, dia mulai mendekati Meriana. Tentu saja si menantu kaget, ini kok ada mertua tidak amanah. Dititipi anak sendiri untuk menjaga aset, eh malah aset itu diam-diam mau dikuasai sendiri. Ini benar-benar gila. Maka Meriana pun menolak dengan halus.

Tapi setan sebagai Timses BPS, mana mau  menyerah begitu saja. Dia terus menghembuskan isyu-isyu hoaks, bahwa di Kaltim Beding juga punya gebedan. Namanya lelaki pernah punya istri, pasti ketagihan juga. Ibarat perokok, lama tak ketemu Gudang Garam merah, dapat rokok klobot pasti disikat juga.

Mau tak mau Meriana harus tunduk pada realitas. Dia sendiri juga kesepian, maka mumpung ada tenaga “otsorching” tanpa bayar, kenapa ditolak. Status mertua dan menantu dinafikan, yang ada lelaki dan perempuan yang punya nafsu syahwat, harus ditunaikan. Dan sejak itu benar-benar Domingus mengurus menantunya secara total, ya kebutuhan luar mau pun kebutuhan dalam.

Tapi begitu hamil, Meriana bingung sendiri. Sebab Domingus mau tanggungjawab atau tidak, tetap saja kehamilan itu menjadi aib keluarga. Faktanya, bapak mertua juga tak bisa bantu apa-apa, semuanya diserahkan kepada si mantu sendiri. Nah, saking pusingnya, begitu lahir bayi itu dibuang. Habis perkara.

Saat dibuang si bayi masih hidup. Tapi karena terlalu lama tak ketahuan orang, akkhirnya bayi itu mati kedinginan. Begitu ditemukan, polisi langsung bergerak. Lama-lama kecurigaan mengarah pada Meriana. Ternyata dia tak membantah, bahkan mengaku pula siapa biangkerokknya. Tak urung Meriana dan Domingus jadi urusan polisi.

Ini semua gara-gara metua yang ora urus! (Gunarso TS)