Tuesday, 19 February 2019

Cinta Lama Belum Kelar, Bini yang Malah Dihajar

Jumat, 8 Februari 2019 — 6:58 WIB
tempeleng

BIAR usia sudah oversek (50 tahun lebih), ketemu pacar lama Maryono, 53, bisa lupa pada bininya. Gara-gara (C)inta (L)ama (B)elum (K)elar, bersama Nursanti, 46, cinta itu betul-betul dituntaskan di kamar hotel. Tentu saja istrinya, Gayatri, 44, marah besar. Tapi hasilnya malah babak belur kena hajar suami.

Lelaki cap apapun dan usia berapapun, ketemu mantan kekasih hatinya memang bisa kembali sedut-senut. Jika si dia masih punya suami, ya……sekedar mengenang masa-masa indah bersamanya. Tapi jika sononya berstatus janda, wah…..ini pikiran bisa macem-macem dan ke mana-mana. Di banyak kejadian, iman jadi kalah sama “si imin”. Akhirnya, cinta lama yang belum kelar itu benar-benar dikelarkan entah bagaimana caranya.

Maryono warga Selorejo, Blitar, juga bagian dari lelaki yang kandas cinta pertamanya. Dulu dia pernah berpacaran dengan Nursanti,  tetangga desa,  kecamatan yang sama. Tapi karena Maryono belum cekel gawe (kerja), begitu ditantang untuk menikahi Nursanti segera, dia angkat tangan. Alasannya pada calmer waktu itu, “Maaf Pak, cinta tak bisa dinikmati dengan perut kosong.”

Ya sudah, Maryono dicoret dari DCT (Daftar Calon Tetap) yang non Pemilu. Kemudian Nursanti dikawinkan dengan Rahadi, yang sudah mapan. Maksudnya, baik benggol maupun bonggol sudah berbanding lurus. Nursanti sebetulnya kurang sreg, tapi orangtuanya menjamin, jadi istri Rahadi nantinya ibarat kata tinggal mamah karo mlumah.

Waktu terus berlalu, baik Nursanti maupun Maryono tenggelam dalam kesibukan keluarga masing-masing. Sekian puluh tahun kemudian, reuni sekolah SMA untuk berbagai angkatan mempertemukan kembali Nursanti dengan Maryono. Wah, rasanya betul-betul sedut senut bagi keduanya. Masa-masa indah saat pacaran dulu kembali bersliweran di benaknya.

Jeda waktu puluhan tahun tentu saja telah mengubah semuanya. Maryono sudah punya istri dan beberapa anak. Begitu pula dengan Nursanti. Cuma mantan pacar itu mengaku dengan tersendat, dirinya sudah janda karena Rahadi sang suami terlalu cepat dipanggil Sang Pencipta. Sejak setahun lalu Nursanti telah menjalani hidup bersolo-karier.

Maryono ikut kaget juga dibuatnya. Tapi dari lembah hatinya paling dalam, kondisi ini merupakan peluang untuk merajut kembali benang-benang cinta yang sudah lama terhenti ditenun. “Cinta lama kalian kan belum kelar, kenapa tak dilanjutkan saja, Bleh…..” kata setan berbisik di hati Maryono.

Di batin Nursanti juga dibisikkan kata-kata yang sama, tapi oleh setan yang lain meski masih satu paham dan aliran. Walhasil, seusai reuni kembali mereka sering bertemu dalam kegiatan wedang-wedangan bersama teman. Saat wedang-wedangan keduanya berlagak asing dan jaga jarak, tapi keluar dari kafe kedunya lalu nylingker (menyelinap) masuk ke hotel.

“Aku sudah lama nggak beginian lho Mas,” kata Nursanti kali pertama menuntaskan cintanya yang belum kelar bersama Maryono. Sejak itu, wong namanya masih satu kota, asal ada kesempatan ketemu pasti janjian di hotel untuk kembali menuntaskan cintanya yang belum kelar-kelar juga.

Sekali waktu yang sekaligus yang terakhir, pas keluar dari hotel keduanya kepergok oleh Gayatri istri Maryono. Melihat sikap keduanya yang begitu intim dan mesra, istri Maryono jadi curiga bahwa memang ada hubungan khusus. Tanpa bisa mengendalikan emosi, Gayatri langsung ngomeli suami di depan publik. “Oo, gitu ya? Meleng sedikit istri, sudah punya gebetan baru.”

Meski Gayatri ngarani waton nyata (menuduh berdasarkan bukti), Maryono malu juga ditelanjangi di depan publik. Langsung saja istrinya ditempeleng, pletak, pletak, dan Maryono terus pergi tetap bersama Nursanti. Tentu saja Gayatri tak terima, sehingga langsung lapor ke Polsek Selorejo.

Itu lebih baik ketimbang langsung terjun ke waduk Selorejo. (Gunarso TS)