Sunday, 17 February 2019

Polisi Temukan Titik Terang Ungkap Kasus Penganiyaan Pegawai KPK

Jumat, 8 Februari 2019 — 18:00 WIB
Kombes Pol Argo Yuwono. (ikbal)

Kombes Pol Argo Yuwono. (ikbal)

JAKARTA – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya akhirnya menemukan titik terang kasus dugaan penganiayaan terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, hasil visum dari Muhammad Gilang Wicaksono yang diduga dianiaya telah diterima dan dianalisa oleh tim penyidik. Selanjutnya, penyidik mendalaminya beserta keterangan-keterangan saksi dan mulai menemukan titik terang.

“Setelah kita terima visum, penyidik menganalisa kembali. Berdasarkan keterangan saksi dan petunjuk dengan kita mendapatkan bukti permulaan yang cukup, diduga siapa pelakunya,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/2/2019).

Ia mengungkapkan, terduga pelaku penganiayaan terhadap Gilang merupakan dari jajaran Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Papua. Rencananya, pekan depan terduga pelaku ini akan dipanggil untuk pemeriksaan lanjutan.

“Ya betul (Pemprov Papua). Kita mendapat bukti, rencana minggu depan kita lakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku tersebut,” terangnya.

Namun ketika ditanya identitas dan jumlah terduga pelaku penganiayaan ini, Argo enggan menyebutkan lebih lanjut.

“Kita belum bisaa memastikan berapa. Kita tunggu penyidik untuk memeriksa atau memanggil terduga pelaku,” tandas Argo.

Diketahui, kasus dugaan penganiayaan ini berawal ketika dua pegawai KPK tengah bertugas di Hotel Borubudur, Jakarta Pusat, guna mencari data. Pada saat yang sama, Pemprov Papua tengah melakukan rapat di hotel tersebut. Salah satu pegawai KPK memotret sejumlah pejabat dalam kegiatan tersebut. Kemudian, sekitar 10 orang mendatangi keduanya. Tak lama, saksi, korban dan terlapor terlibat adu mulut hingga akhirnya korban mendapati pukulan dari terlapor.

“Tiba-tiba terlapor memukul dnegan tangan kosong, terlapor masih lidik,” terang Argo.

Akibatnya, korban mengalami retak di bagian hidung, luka memar serta robek di wajah. Pada Minggu (3/2/2019) lalu, pihak KPK telah membuat laporan tentang dugaan penganiayaan tersebut ke Polda Metro Jaya

Sebanyak lima saksi telah diperiksa oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Terkait pegawai KPK, saksi sudah kita periksa sebanyak lima. Tiga orang itu saksi sekuriti, satu saksi dari CDR, kelima adalah receptionist,” pungkas Argo. (cw2/b)