Sunday, 25 August 2019

Polisi Tingkatkan Kasus Penganiayaan Pegawai KPK ke Penyidikan

Jumat, 8 Februari 2019 — 19:26 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.(cw2)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.(cw2)

JAKARTA – Polisi telah menaikkan status pemeriksaan kasus dugaan penganiayaan terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke tahap penyidikan.

“Kita juga meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan setelah melakukan gelar perkara. Mekanismenya seperti itu berdasarkan saksi, petunjuk, gelar perkara kita lakukan, kita naikkan jadi penyidikan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (8/2/2019).

Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah memeriksa lima saksi dalam kasus tersebut. Adapun lima saksi itu terdiri dari tiga petugas keamanan (security), dari CDR dan resepsionis.

“Kita sudah memeriksa beberapa saksi yakni saksi yang melihat, mendengar,dan mengetahui (kasus ini),” kata Argo.

Tak hanya itu saja, penyidik juga sudah menganalisa hasil visum korban, yakni Muhammad Gilang Wicaksono. Oleh karena itu, dari keterangan saksi dan analisa hasil visum, polisi dapat memyimpulkan terduga pelaku penganiayaan.

“Berdasarkan keterangan saksi dan petunjuk dengan kita mendapatkan bukti permulaan yang cukup, diduga siapa pelakunya. Kita mendapat bukti, rencana minggu depan kita lakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku tersebut,” jelasnya.

Diketahui, kasus ini berawal ketika dua pegawai KPK tengah bertugas di Hotel Borubudur, Jakarta Pusat, guna mencari data. Pada saat yang sama, Pemprov Papua tengah melakukan rapat di hotel tersbeut. Salah satu pegawai KPK memotret sejumlah pejabat dalam kegiatan tersebut. Kemudian, sekitar 10 orang mendatangi keduanya. Tak lama, saksi, korban dan terlapor terlibat adu mulut hingga akhirnya korban mendapati pukulan dari terlapor.

“Tiba-tiba terlapor memukul dnegan tangan kosong, terlapor masih lidik,” terang Argo.

Akibatnya, korban mengalami retak di bagian hidung, luka memar serta robek di wajah. Pada Minggu (3/2/2019) lalu, pihak KPK telah membuat laporan tentang dugaan penganiayaan tersebut ke Polda Metro Jaya. (cw2)