Saturday, 17 August 2019

Tiada Tawuran, Tak Telan Korban!

Jumat, 8 Februari 2019 — 7:59 WIB
tawur

TIADA tawuran yang tidak menelan korban. Itu pepatah yang tak patut  untuk dilestarikan. Artinya, tawuran itu selalu jatuh korban jiwa atau luka-luka, dan harta benda. Semua sia-sia dilakukan apakah oleh geng motor, geng preman, kelompok antar kampung dan kelompok oknum pelajar.

Kelompok terakhir inilah yang sebenarnya adalah korban juga. Mereka,melakukan tanpa pikir panjang, hanya karena gagah-gagahan. Pikiran metek masih pendek, hanya bisa meniru. Melihat geng ikutan bikin geng, tawuran ya tawuran. Mereka pikir itu kegiatan mainan yang tidak menimbulkan bahaya, bagi diri dan orang lain. Maka ketika mereka tawuran pun tak segan -segan mengayunkan senjata tajam kepada lawan. Padahal itu kalau kena tubuh manusia, akan sakit bukan kepalang!

Lucunya, tawuran antar pelajar itu justru dilakukan ketika mereka usai ujian. Tidak jelas, apakah karena merasa tidak ada kegiatan belajar di sekolah,  sudah plong dan tak ada beban, lalu adu kekuatan? Atau kalau diantara mereka jadi korban, kawan-kawannya bisa membantu karena banyak waktu luang?

Nah, bagi geng-geng lain tawuran kapan saja. Ada yang nantangin, langsung bergerak. Hanya soal sepele, yang kalau dihitung untung ruginya, jelas sangat banyak ruginya. Kasus di Cakung pekan lalu misalnya, kayaknya  nggak masuk akal. Hanya gara-gara saling ejek yang nggak jelas, menelan dua  nyawa pemuda.

Ya, kalau mau membuat poling atau pendapat warga pasti nggak setuju adanya tawuran yang terjadi setiap saat. Kasihan warga sekitar lokasi, hidup mereka was-was, nggak tenang. Seharusnya pemerintah bisa cepat mengatasi kasus tersebut. Pemda kan punya perangkat hukum, masa kalah sama para provokator. Tindak dengan tegaslah!

Tawuran kok  dijadikan tradisi, aneh! Kalau punya hasil karya besar, dan bermanfaat bagi banyak orang, boleh  dilestarikan, kata warga yang sebel.

Tawuran di beberapa wilayah ibukota nggak ada habis-habisnya. Turun temurun. Penyakit tawuran nggak beda dengan masalaah banjir, macet yang nggak pernah tuntas, ya?  Wahai Bapak Bapak yang dapat mandat warga, nggak usah ditunda-tunda untuk selesaikan masalah tersebut, sudah banyak korban sia-sia!  – (massoes)