Saturday, 17 August 2019

Ditinggal jadi TKW ke Taiwan Suami Malah Keloni Perawan

Sabtu, 9 Februari 2019 — 6:40 WIB
terlalu

DULGANI , 40, memang keterlaluan. Istri kerja jadi TKW di Taiwan demi keluarga, eh dia di kampung malah asyik keloni perawan. Padahal dana yang dipakai adalah hasil keringat Sumilah, 35, di Taiwan. Maka begitu pulang dan tahu kelakuan suami, langsung saja dia menggugat cerai. Buat apa suami tak bisa jaga amanah.

Ini sebetulnya kisah klasik dunia per-TKI-TKW-an. Ketika pasangan bekerja jadi tenaga karja luar negeri, yang ditinggal di kampung menyalah-gunakan amanah. Nikmat iman dikalahkan oleh nikmat seks. Mestinya dia bisa mengelola uang yang dikirim dari manca negara, eh malah dihambur-hamburkan untuk cari PIL maupun WIL. Ironisnya, pemerintah sendiri tak pernah berani menghapus TKI-TKW manca negara.

Keluarga Dulgani-Sumilah mengalami goncangan ekonomi sekitar 5 tahun lalu, sejak Dulgani terkena PHK dari kantornya. Mau cari kerja susah, sedangkan mau Nyaleg juga tak punya modal. Bukan saja modal uang, tapi juga modal wawasan. Bagaimana mau jadi politisi. Sebab tokoh politik saja yang dikenalnya hanya Amien Rais, Fadli Zon, Fahri Hamzah, kemudian Ferdinand Hutahean dan Andi Arief. Itupun karena lihat di TV.

Uang pesangon yang tak seberapa besar ludes dengan cepat. Defisit anggaran pun terjadi, sehingga terpaksa ngutang ke sana kemari. Sampai-sampai Dulgani tega mencap istrinya sebagai : ibu rumah tangga pencetak utang! Tentu saja Sumilah marah, sehingga menantang, “Oke saya siap jadi pencetak uang, tapi harus jadi TKW. Kamu siap tak tinggal bertahun-tahun?”

Laki-laki kok ditantang, ya siap saja dong! Maka meski dengan berat hati akhirnya Dulgani benar-benar mengizinkan istri jadi TKW ke Taiwan. Sejak itu dia harus banyak melakukan puasa. Bukan puasa Ramadan atau Senen-Kemis, tapi puasa wanita. Sebab setelah istri berangkat ke Taiwan, Dulgani terpaksa prei melakukan “serangan umum” non 1 Maret 1949.

Secara materi memang tercukupi. Sebab setiap bulan Sumilah kirim uang. Selain untuk menghidupi keluarga yang ditinggal, juga diamanatkan untuk perbaiki rumah, beli sawah dan kendaraan. Semua sudah dilakukan dengan sempurna dan nyata.

Akan tetapi kebutuhan manusia kan tidak sekedar urusan perut, tapi juga yang di bawah perut. Sebagaimana telah disinggung di atas, untuk urusan satu ini Dulgani benar-benar harus puasa. Sebulan dua bulan masih bisa, tapi jika sampai tahunan, mana tahaaaan!

Kebetulan tetangga ada gadis lumayan cantik, namanya Darmi, 28. Wajah sih masih standar, tapi bodinya…..sekel nan cemekel. Maka diam-diam gadis itu didekati, dan ternyata mau. Sejak itu selesai sudah dia menjalani puasa wanita. Sebab Darmi siap melayani 24 jam, kecuali hari Minggu dan hari libur nasional.

Bagaimana Darmi tak selalu siap, sebab selain Dulgani kasih bonggol juga rajin memberi benggol. Celakanya, lama-lama mereka tak rapi mengemas perselingkuhannya, sehingga ada keluarga yang lapor langsung ke Taiwan. Tentu saja Sumilah marah besar. Dia segera pulang ke Malang diam-diam. Dan tambah marah lagi begitu pulang suami malah masih kelonan di rumahnya sendiri. Langsung dia menggugat cerai.

Habis dah Dulgani, istri hilang pacar pasti juga tunggang langgang. (*/Gunarso TS)