Saturday, 17 August 2019

Mau jadi Pemuda Cap Apa Ditilang Polantas Kok Ngamuk

Sabtu, 9 Februari 2019 — 7:03 WIB
motorrusak

VIDEO remaja ngamuk gara-gara ditilang polisi kini tengah viral di medsos. Mau jadi pemuda cap apa, jelas-jelas salah kok ngamuk. Dia pikir dengan cara itu Polantas memaafkannya? Tilang adalah cara polisi untuk mendisiplinkan rakyat berlalulintas. Catat, dalam sehari lebih dari 100 jiwa melayang gara-gara kecelakaan lalulintas.

Peristiwa konyol itu terjadi Kamis pagi 7 Februari i seputar Pasar Modern, BSD (Bumi Serpong Damai) Tangerang Selatan. Anak muda usia 21 tahunan tengah berboncengan dengan cewek yang kemungkinan sang pacar. Karena melawan arus, polisi segera menyetop dan menilangnya.

Ada tiga kesalahan yang dilakukan pemuda asal Kotabumi Lampung ini. Selain melawan arus, dia juga tak membawa SIM-STNK, dan juga tak pakai helm. Polisi pun segera mengeluarkan surat tilang. Tapi anak muda ini boro-boro mengaku salah, malah ngomel-ngomel.

Di depan polisi dan pacarnya, dia membanting sepeda motor jenis Scoopy itu berulang kali. Sampai-sampai sepeda motor itu hampir menimpa si cewek. Si cewek sambil menangis melarang si doi ngamuk, tapi sepeda motor itu malah dipereteli perlengkapannya dengan paksa.

Warganet memuji ketenangan Polantas. Sebab dia cuek bebek saja melihat demo ngamuk si anak muda. Sama sekali dia tak terpancing emosi. Sambil terus menulis di buku tilang, dia hanya menggeser kakinya sedikit ketika sepeda motor itu hampir menimpa kakinya.

Benar-benar konyol anak muda ini. Hanya karena terbawa emosi, justru melakukan tindakan bodoh. Mau tidak mau dia harus menderita rugi tiga kali. Selain bayar denda tilang, harus mengganti dan membetulkan kerusakan sepeda motor milik sidoi. Paling berat, ada kemungkinan dia diputus oleh ceweknya itu. Mana ada sih, cewek mau punya kekasih pemberangnya minta ampun?

Sebetulnya Tilang (Bukti Pelanggaran) adalah cara polisi lalulintas (Polantas) untuk mendisiplinkan pengendara mobil-motor di jalan raya. Sebab di negeri ini, kedisiplinan berkendara masih tergolong rendah. Data Korps Lalu Lintas Polri menyebutkan, tiap tahun tercacat ada 28 ribu-38 ribu orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Itu berarti dalam satu hari lebih dari 100 jiwa melayang gara-gara kecelakaan lalulintas. Ngeri, kan? – gunarso ts