Saturday, 17 August 2019

Gagal Bayar Denda Mesum Memilih Mati Gantung Diri

Minggu, 10 Februari 2019 — 8:10 WIB
gandir

KERDIL banget jiwa Kornelius, 45, dari NTT ini. Hanya gagal bayar denda Rp 2,5 juta sebagai sanksi mesum dengan bini orang, kok milih mati gantung diri. Urusan dia memang selesai, tapi keluarga yang ditinggalkan kan bisa malu dua kali. Ya malu punya bapak mesum, ya malu punya bapak bunuh diri.

Agama apapun melarang umatnya putus asa. Semua masalah ada jalan keluarnya, bahkan Kantor Pegadaian pun siap mengatasi masalah tanpa masalah. Jika mengatasi masalah dengan bunuh diri, itu tindakan pengecut yang kecut-nya melebihi belimbing wuluh dan cuka. Urusan di dunia selesai, tapi di akherat nanti neraka balasannya. Sebab bunuh diri itu termasuk dosa besar.

Kornelius warga  Kecamatan Naibenu, Kabupaten TTU (NTT) agaknya tak peduli soal dosa besar, karena dia lebih mementingkan nafsunya yang besar! Bagaimana tak disebut nafsu besar, di rumah sudah ada isrtri yang siap melayani 24 jam kecuali Minggu dan hari besar nasional, eh….. masing nginceng bini orang pula. Padahal nyonya Cory, 40, ini juga sudah kelas emak-emak pula.

Tapi biar emak-emak, selera orang memang tidak sama. Capres Jokowi-Prabowo memanfaatkan emak-emak semata-mata untuk memenangkan coblosan 17 April (Pilpres) mendatang. Sedangkan Kornelius, memanfaatkan emak-emak justru hendak “dicoblos” sendiri. Asal sononya oke, tanpa kampanye, tanpa pasang spanduk dan menggoreng isyu, coblosan bisa dilakukan kapan saja.

Cory – Kornelius memang sudah beberapa bulan belakangan menjalin hubungan terlarang. Selama ini aman-aman saja, sehingga keduanyha jadi kehilangan kewaspadaan nasionalnya. Ada hotel, ada losmen, keduanya justru memilih kencan di rumah Cory, warga Desa Sunsea kecamatan yang sama. Dan hari-hari sial itu tibalah. Ketika keduanya tengah bergulat anata hidup dan mati, tahu-tahu digerebek warga.

Keduanya dibawa ke kantor Kades dan disidangkan. Untung saja suami Cory mau diajak damai, dengan bayar denda Rp 2,5 juta tanpa PPN 10 %, semuanya menjadi selesai, tanpa ada tuntutan hukum. Ketimbang masuk sel, terpaksa Kornelius mengiyakan saja. Sayangnya, denda itu tak bisa dimundurkan, harus dibayar hari itu juga.

Pusing jadinya Kornelius. Uang di kantongnya tak ada sampai sebanyak itu. Tapi dia pede saja. Capres Prabowo saja siap turunkan harga telor nasional dalam tempo 100 hari kerja jika jadi presiden, masak hanya urusan denda Rp 2,5 juta tak bisa menyediakan? Maka Kornelius minta tempo beberapa jam untuk ambil duit ke rumah.

Di rumah meski ada duit segitu, tapi dipegang istri. Mana mungkin dia minta duit ke bini dengan alasan untuk bayar denda selingkuh? Apa sebaiknya pinjam ke BRI saja? Makin tak masuk akal lagi. Mana ada bank mau beri pinjaman untuk bayar denda mesum. Lalu harus ke mana cari uang Rp 2,5 juta dalam tempo 2-3 jam?

Kornelius segera ke rumah teman akrabnya. Tapi dia juga tak bisa membantu. Tambah pusing kepalanya. Saking semua usaha buntu, akhirnya Kornelius mengambil tali jemuran dan dipakainya untuk gantung diri di pohon asem belakang rumahnya. Selesai sudah urusannnya. Kades Sunsea dan istri Kornelius hanya mendapatkan lelaki PIL Cory ini sudah tergantung kaku di pohon asem.

Ini namanya mengatasi masalah malah tambah masalah. (Gunarso TS)