Sunday, 25 August 2019

Apa yang Terjadi Ketika Finlandia ‘Menggaji’ Orang-orang yang Menganggur

Senin, 11 Februari 2019 — 8:03 WIB
Pemerintah Finlandia melakukan uji joba menggaji orang-orang yang tak punya kerja alias menganggur.

Pemerintah Finlandia melakukan uji joba menggaji orang-orang yang tak punya kerja alias menganggur.

FILANDIA– Memberikan upah dasar, dengan kata lain menggaji, kepada penganggur di Finlandia selama dua tahun ternyata tidak membuat mereka mencari pekerjaan, kata para peneliti.

Dari bulan Januari 2017 sampai Desember 2018, 2.000 penganggur di Finlandia mendapatkan bayaran bulanan 560 euro atau Rp8,8 juta.

Tujuannya adalah untuk melihat apakah jaminan jaring keamanan dapat membantu orang mendapatkan pekerjaan dan mendukung mereka jika mereka harus melakukan pekerjaan yang tidak terlalu aman.
Sementara tingkat pekerjaan tidak membaik, para peserta mengatakan mereka merasa lebih bahagia dan berkurang stresnya.

Ketika skema diluncurkan pada tahun 2017, Finlandia menjadi negara Eropa pertama yang menguji pemikiran upah dasar tanpa syarat.

Hal ini dijalankan Social Insurance Institution (Kela), badan pemerintah Finlandia dan melibatkan 2.000 orang yang dipilih acak.

Efektif?

Percobaan ini segera menarik perhatian dunia – tetapi hasilnya sekarang menimbulkan pertanyaan tentang seberapa efektif skema ini.

Pendukung upah dasar sering kali percaya bahwa jaring keamanan tanpa syarat dapat membantu orang keluar dari kemiskinan dengan memberikan mereka waktu untuk melamar pekerjaan atau mempelajari keterampilan baru yang diperlukan.

Miska Simanainen, salah satu peneliti Kela di balik kajian Finlandia mengatakan kepada BBC bahwa ini adalah hal yang ingin diuji pemerintah, untuk “melihat apakah ini akan menjadi cara untuk memperbaiki sistem keamanan sosial”.

Tetapi apakah ini membantu penganggur mendapatkan pekerjaan? Tidak, tidak juga.

Simanainen mengatakan sementara sebagian orang mendapatkan pekerjaan, kemungkinan bahwa mereka melakukan ini sama dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan uang.

Mereka tetap masih berusaha mengetahui mengapa hal ini terjadi.

Tetapi bagi banyak orang tujuan pendahuluan percobaan untuk membuat orang bekerja, memang sudah cacat sejak permulaan.

Jika saja tujuannya untuk membuat orang secara umum menjadi lebih bahagia, maka skema ini dapat dipandang sebagai suatu keberhasilan.

Peneliti Kela sekarang sedang sibuk menganalisa hasil penelitian untuk mengetahui berbagai hal lain yang dapat diketahui terkait dengan penerapan upah dasar dan keterbatasannya.

Simanainen mengatakan “ini bukanlah kegagalan atau keberhasilan, ini adalah sebuah kenyataan dan (ini memberikan kita) informasi baru yang tidak kita miliki sebelumnya”. (BBC)