Saturday, 23 February 2019

Atasi Tawuran di Pasar Rumput Ini Tiga Konsepnya

Senin, 11 Februari 2019 — 17:08 WIB
Warga bersama aparat tiga pilar duduk bareng mengatasi tawuran antar pemuda di Pasar Rumput. (wandi)

Warga bersama aparat tiga pilar duduk bareng mengatasi tawuran antar pemuda di Pasar Rumput. (wandi)

JAKARTA– Tiga konsep diusulkan mengatasi tawuran di wilayah Pasar Rumput, Kelurahan Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Tiga langkah yang digagas oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), diharapkan dapat mengatasi agar taruwan tidak terjadi lagi.

Plt Kesbang Pol DKI Jakarta Taufan Bakri mengatakan, tiga konsep itu adalah menyiapkan pendidikan sekolah bagi yang putus sekolah, melatih keterampilan bekerja, dan memberikan edukasi secara moral bagi pemuda.

“Bagi yang putus sekolah di tingkat SD, kita masukan ke paket A. Lalu B, C, masukan ke tingkat yang sesuai. Dengan bergeraknya orang ke sekolah itu, maka kita berharap meminimkan tingkat tawuran,‚ÄĚterang Taufan Bakri, Senin (11/2).

Menurutnya, bagi bagi mereka yang masuk usia produktif, dilatihbekerja. Karena, di DKI itu punya balai-balai latihan kerja. Mereka dilatih, supaya mereka bisa bekerja sesuai keterampilannya dan minimal tokoh-tokoh yang tawuran itu sudah sibuk dan tidak memikirkan lagi.

atasi tawuran

Terakhir, education, baik pendidikan secara moral maupun keagamaan. Bahkan saat ini pihaknya juga sudah minta Kasuban wilayah baik Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, untuk dapat saling berkoordinasi dan melakukan manajemen konflik di lingkungan tersebut.

“Ini bukan sendiri, namun juga lintas sektoral. Suban Pusat dan Suban Selatan gabung untuk mengatasi masalah ini. Kami berharap dengan cara ini kedepan tawuran antar pemuda tidak ada lagi. Selain itu apabila akan terjadi tawuran akan dapat di cegah sejak dini,” ungkapnya.

Kepala Suku Badan Kesbangpol. Jakarta Selatan Moh. Matsani menambahkan, pihaknya telah melakukan tindak lanjut dari adanya konsep tersebut. Salah satunya adalah koordinasi dengan pihak terkait, mendata remaja yang akan diikutsertakan.

“Bersama dengan lurah, sudah dipetakan. Karena yang tahu mereka ini kan lurah. Saya sudah petakan mereka yang putus sekolah untuk kejar paket A, paket B, dan paket C. Selain itu kita juga sudah berkoordinasi dengan pelatihan yang berada di bawah Sudin Sosial,” tutur Matsani. (wandi/b)