Wednesday, 18 September 2019

Diterjang Ombak Laut, Rumah Warga di Indramayu Kebanjiran

Senin, 11 Februari 2019 — 20:11 WIB
Rumah warga desa Eretan tergenang air laut (taryani)

Rumah warga desa Eretan tergenang air laut (taryani)

INDRAMAYU – Ganasnya ombak laut Jawa mengancam pemukiman warga di wilayah pesisir Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Akibat tingginya ombak laut melebihi tiga meter yang terjadi Minggu (10/2/2019) petang membuat air laut naik ke darat menerobos pemukiman warga di Desa Eretan Kulon, Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat.

Imbasnya, hampir separuh wilayah daratan di Desa Eretan Kulon seluas 498 hektare tergenang air laut. Pemerintah Desa Eretan Kulon mencatat, jumlah rumah terendam mencapai ratusan tersebar di Blok Kibuyut, Pamugaran, Kenon II dan Blok Desa.

Tak hanya rumah nelayan, banjir air laut juga merendam Jalan Desa dan Jalan Lingkungan setinggi betis orang dewasa. Kondisi itu cukup menyulitkan aktivitas warga dan pengguna jalan yang melintas.

Pengaruh ombak tinggi juga merendam SDN Eretan Kulon I dan III. Praktis, Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) di dua SD ini terganggu. Lantaran air laut sudah masuk sampai ke dalam ruang kelas, ratusan pelajar terpaksa dipulangkan lebih awal.

“Takutnya pada mainan air, jadi lebih baik anak-anak dipulangkan lebih awal. Pak Camat Kandanghaur Iim Nirohim juga sudah menyarankan demikian saat meninjau,” kata H. Rojikin, salah seorang warga.

Menurut dia, ombak laut cukup tinggi sampai melewati break water. Air yang kadung ke daratan terus terdorong masuk ke pemukiman penduduk dan sulit kembali ke laut karena terhalang breakwater. Kondisi itu makin diperburuk karena intensitas hujan tinggi, genangan air makin parah. “Jadi ini bukan karena pengaruh rob tapi tingginya ombak soalnya di Desa Eretan Wetan masih aman-aman saja. Ini karena ombak tinggi melewati break water, terus gak bisa balik ke laut lagi,” ucapnya.

Warga sekitar Carsita mengemukakan, ombak besar dan tinggi mulai mengganas sejak hari Minggu (10/2/2019) pagi. Namun puncaknya Senin (11/2/2019) air limpasan sampai ke pinggir jalan raya Pantura yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari bibir pantai. Ketinggian ombak mencapai lebih dari 3 meter disertai tiupan angin kencang.

“Biasanya ombak mulai mengganas pada petang. Ombak mereda beberapa jam. Banyak titik breakwater yang jebol. Air laut jadinya gampang masuk kedaratan,” katanya. (taryani/b)