Saturday, 17 August 2019

Minim Pengangkut Sampah, Kampung di Sukabumi Ini Kumuh

Senin, 11 Februari 2019 — 12:23 WIB
Warga Kampung Pamuruyan, Cibadak membutuhkan gerobak pengangkut sampah. (sule)

Warga Kampung Pamuruyan, Cibadak membutuhkan gerobak pengangkut sampah. (sule)

SUKABUMI – Minimnya pengangkut sampah menjadikan Kampung/ Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terkesan kumuh. Ironisnya, kekumuhan itu sudah terjadi sekitar tiga tahun terakhir.

Aroma dan pemandangan kumuh terutama terlihat di dua lingkungan rukun warga (RW) yakni 01 dan 09. Sampah rumah tangga tampak di tiap pojok rumah warga. Akibatnya, sampah menggunung dan aroma bau sampah merebak.

Warga RW 09, Rachmad Dhani (40), mengeluhkan kondisi kampungnya menjadi kumuh akibat pengangkut minim. Padahal, warga sudah berulangkali mengajukan gerobak pengangkut sampah ke instansi terkait.

“Terkesan pemerintah tidak peduli atas permasalahan sampah yang kerap menumpuk di kampung kami. Di lingkungan kami hanya mengandalkan sebuah gerobak sampah,” keluhnya.

Petugas kebersihan, Dedih Suhendar (55) menerangkan selama ini sampah diangkut menggunakan sebuah gerobak sampah. Itupun kondisinya akhir-akhir ini kerap rusak. Sehingga tak bisa secara rutin mengambil sampah untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir.

“Gerobak ini pun inisiatif saya dibantu warga. Terbuat dari kayu. Ketika rusak, sampah menumpuk karena tak bisa diangkut,” cetusnya.

Dia berharap pemdes ataupun dinas terkait membantu pengadaan gerobak sampah ke wilayahnya. “Semoga secepatnya ada bantuan gerobak pengangkut sampah” harapnya. (sule/ys)