Wednesday, 26 June 2019

Petani Bawang di Brebes Menangis, Ini yang Dilakukan Sandi

Senin, 11 Februari 2019 — 13:44 WIB
Petani Bawang di Brebes Menangis

BREBES – Muhammad Subhan, petani bawang menangis saat berdialog dengan calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno di Lapangan Sepakbola Wali Kukun Krasak Brebes, Senin (11/2/2019).

“Harga brambang (bawang merah) turun. Saya belum bisa bayar cicilan di Bank Puspa Kencana, jaminannya rumah saya, rumah orang tua saya. Saya ini nangis beneran pak,” kata Subhan.

Subhan tidak bisa lagi melanjutkan kalimatnya. Sandiaga mencoba menenangkannya. Subhan memeluk Sandi dan sempat sesenggukan.

“Tarik nafas pak Subhan, hembuskan pelan-pelan,” kata Sandiaga mencoba menenangkan pria berkumis ini.

Hari itu Sandi membuka dialog dengan para petani bawang Brebes dari perwakilan berbagai desa yang mengeluhkan harga bawang yang turun dan tidak lagi bisa menghidupi petaninya.

Sementara Kagin, petani bawang dari desa Lembahrawa mengatakan bahwa para petani bawang saat ini bukan mendapat untuk saat panen tapi justru menambah utang.

“Sudah sejak empat tahun lalu para petani bawang sengsara pak. Ya itu nandur bawang tukule utang (tanam bawang tumbuh utang),” ucap Kagin.

Cakrim, petani bawang lainnya meminta Sandi agar harga bawang tetap stabil dan membuat petani bawang di Brebes sejahtera.

“Harga bawang harus stabil pak. Jadi  jangan sampai terjadi lagi menanam bawang, jangan sampai hasilnya utang, tapi untung,” ucap Cakrim.

Sandi berjanji akan menampung semua keluhan yang disampaikan para petani. Termasuk curhat petani bawang bernama Ratna yang meminta jangan menanam bawang di luar Jawa. Karena produksi bawang di Brebes dan daerah Jawa lainnya sudah berlebih. Penanaman di luar Jawa makin membuat harga bawang jatuh.

Menurut Sandi, dirinya punya pengalaman saat menjabat wakil gubernur DKI Jakarta. Dia membeli langsung dari petani bawang Brebes melalui PT  Food Station Tjipinang Jaya untuk menjaga pasokan bawang yang saat itu langka dan harganya meroket.

“Waktu itu di  DKI, bawang merah harganya naik dan langka. Kami mengambil inisiatif dengan PT Food Station Tjipinang Jaya, menjalin kerjasama dengan petani bawang Brebes. Alhamdulillah kami patahkan mitos harga tinggi di hari Lebaran, karena pasukan terjaga. Petani bawang Brebes sejahtera, pedagang bahagia, pembeli tersenyum,” ucap Sandi.

(BacaSenam Bareng Emak – Emak, Sandiaga: Tubuh Sehat, Ekonomi Bergerak)

“Kalau Allah mengijinkan kami akan melakukan hal yang sama, namun untuk Indonesia dengan Bulog atau pemangku  kepentingan lainnya juga dengan pihak ketiga melalui public private partnership,” imbuh dia.

Menurut Sandi, dengan menggunakan teknologi Control Atmosphere Storage (CAS), produk pertanian seperti bawang bisa disimpan selama enam sampai sembilan bulan.

“Jadi nanti jika mendapatkan amanat, kami akan membeli langsung produksi petani bawang Brebes. Dengan harga bawah dan harga atas, sehingga petani tidak akan lagi nandur bawang tukule utang,” tandas Sandi. (yendhi/ys)